Usai gerebek rumah perempuan sakit ginjal, polisi bekuk pemasok sabu

Polisi masih menutupi identitas sang bandar dan jaringannya.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Usai gerebek rumah perempuan sakit ginjal, polisi bekuk pemasok sabu
Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Usai menggerebek rumah Yulianti (29), warga Banyu Urip Kidul VII, Surabaya, Jawa Timur, Senin kemarin (7/3), anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya memburu pemasok narkoba jenis sabu ke perempuan pengidap gagal ginjal itu. Polisi pun berhasil menangkapnya.Bahkan, dalam tempo kurang dari 12 jam, kurir sabu dan beberapa pelanggan ibu dua anak itu juga berhasil ditangkap. Sayangnya, polisi enggan membeberkan identitas para buruan berhasil ditangkapnya itu. Alasannya, proses penyidikan dan pendalaman masih berlangsung."Mereka memiliki jaringan cukup banyak, sehingga kami masih perlu melakukan pengembangan dan belum bisa mengungkap identitas mereka satu persatu," kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Donny Aditiyawarman, Selasa (8/3). Donny melanjutkan, jaringan Yulianti ini juga melibatkan bandar besar. Hanya saja, dia tetap menutupi siapa bandar besar dimaksud. "Kita masih kembangkan kasusnya," ujar Donny.Seperti diberitakan, Senin (7/3) sore kemarin, polisi menggerebek rumah berukuran sekitar 3x4 meter di Jalan Banyu Urip Kidul. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan tujuh paket sabu-sabu siap edar, disembunyikan di bawah bantal Yulianti.Dalam penggerebekan itu, Yulianti tidak ditangkap. Sebab, ibu dua anak mengaku baru dua bulan mengedarkan sabu itu mengidap sakit gagal ginjal cukup parah.Sekitar satu setengah tahun, Yulianti terbaring dengan selang oksigen menempel di lubang hidungnya. Sementara suaminya dikabarkan kabur bersama wanita lain, ketika Yulianti dalam keadaan sakit parah.Dengan dalih butuh biaya pengobatan dan menghidupi dua anak serta orangtuanya, Yulianti nekat mengedarkan sabu meski dalam keadaan sakit.

Rekomendasi