Uji Coba Sekolah di Bogor, Siswa yang Tak Diizinkan Orang Tua Tetap Belajar Daring

"Karena itu, ada angket yang harus diisi orang tua murid, mereka mengizinkan atau tidak anaknya datang ke sekolah. Kalau tidak, kami tetap siapkan pembelajaran secara daring,"

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
Uji Coba Sekolah di Bogor, Siswa yang Tak Diizinkan Orang Tua Tetap Belajar Daring
Penerapan Sekolah Tatap Muka. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Uji coba sekolah tatap muka di Kabupaten Bogor, rupanya tidak memaksa siswa harus ikut datang sekolah. Jika orang tua tidak mengizinkan putra putrinya untuk datang, maka sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) tetap diterapkan.

Seperti di SMA Negeri 2 Cibinong, yang menjadi salah satu sekolah percontohan dalam uji coba pembelajaran tatap muka, ada satu kelas yang seharusnya diisi 18 siswa, namun hanya dihadiri dua orang di sekolah.

"Karena itu, ada angket yang harus diisi orang tua murid, mereka mengizinkan atau tidak anaknya datang ke sekolah. Kalau tidak, kami tetap siapkan pembelajaran secara daring," kata Kepala Sekolah SMAN 2 Cibinong, Elis Nurhayati, Senin (15/3).

Kata dia, dalam uji coba hari pertama ini, SMAN 2 Cibinong membuka 12 kelas dengan maksimal dihadiri 18 orang siswa. Kata Elis, jumlah tersebut adalah 50 persen dari rata-rata jumlah siswa dalam satu kelas.

"Iya tapi ada yang hanya diisi enam orang. Bahkan ada yang hanya dua orang. Karena itu tadi, orang tua tidak mengizinkan karena, dari semua instruksi pemerintah, izin orang tua yang paling penting," jelas Elis.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Aris Tardiana menjelaskan, 170 sekolah di Kabupaten Bogor, hari ini melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Satu sekolah pada setiap jenjang mewakili satu kecamatan.

"Yang diusulkan kan ada 232 sekolah dari semua jenjang. Namun, yang lolos hanya 170 dan dimulai hari ini. Meski pemerintah daerah sudah mengizinkan, namun tetap harus ada persetujuan dari orang tua," jelas Atis.

Atis menjelaskan, dari 170 sekolah menjadi percontohan uji coba pembelajaran tata muka, terdiri dari 29 SD, 24 MI, 28 SMP, 18 MTs, 7 MA, 32 SMA dan 32 SMK.

Rekomendasi