Tipu Pedagang, Guru Gadungan di Bali Bawa Kabur 15 Ribu Telur Ayam

Polisi menangkap Wayan Ngawit (23), guru gadungan yang berhasil memperdaya Wayan Robin Pujana (28) dan membawa kabur 500 krat berisi 15.000 butir telur ayam.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Tipu Pedagang, Guru Gadungan di Bali Bawa Kabur 15 Ribu Telur Ayam
Guru gadungan di Bali tipu pedagang telur. ©2019 Merdeka.com

Polisi menangkap Wayan Ngawit (23), guru gadungan yang berhasil memperdaya Wayan Robin Pujana (28) dan membawa kabur 500 krat berisi 15.000 butir telur ayam.

Wayan Ngawit diringkus di rumahnya, Desa Binyan, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (22/11) lalu.

Kapolsek Petang AKP I Dewa Made Suryatmaja menyampaikan, kasus penipuan ini terjadi Senin (4/11) lalu sekitar pukul 15.30 WITA. Korban menerima telepon dari rekan bisnisnya, Ni Luh Angga Arianti dan mengatakan ada pesanan telur dari orang yang mengaku seorang guru dan memakai nama samaran bernama I Gusti Susila.

Percaya dengan saksi, korban I Wayan Robin kemudian menghubungi nomor pelaku.

"Jadi tersangka Wayan Ngawit mengaku berasal dari Petang (Kabupaten Badung, Bali) dan seorang guru di SMPN 1 Petang. Semua identitas pelaku tidak benar," kata Suryatmaja, Senin (25/11).

Dalam sebuah pembicaraan, tersangka memesan 500 krat berisi 15 ribu telur ayam. Setelah harga disepakati, tersangka menyuruh korban mengirim telur ke Petang, dan tanpa curiga korban membawa telur-telur itu ke Petang dan menunggu tersangka di Jembatan Tukad Bangkung, Kabupaten Badung, Bali.

Namun sekitar satu jam menunggu di lokasi, tersangka tidak kunjung datang. Lalu setelah dihubungi, tersangka menyuruh korban menaruh telur itu di warung dekat SPBU Nungnung, di selatan Jembatan Tukad Bangkung.

"Tersangka beralasan dengan rapat dan tidak bisa bertemu dengan korban," imbuh Suryatmaja.

Saat tiba di warung, korban mendapati seorang pria mengaku rekan I Gusti Ngurah Susila yang sedang ngopi. Tanpa curiga, korban menurunkan telur di warung tersebut. Korban kemudian dihubungi agar datang ke depan SMPN 1 Petang, untuk melakukan pembayaran.

"Ternyata pria di warung itu adalah tersangkanya, korban tidak tahu karena tidak kenal wajahnya," ujar Suryatmaja.

Mirisnya, setibanya di depan SMPN 1 Petang, korban tidak melihat tersangka. Setelah ditunggu hampir dua jam, tersangka tidak kunjung muncul. Korban mulai curiga, lalu dia kembali ke warung dan ternyata telurnya sudah tidak ada.

"Korban menghubungi tersangka. Saat itu tersangka mengatakan akan mentransfer uang pembayaran telur. Tapi tidak ada masuk ke rekening korban dan kemudian dilaporkan ke polisi," jelas Suryatmaja.

Setelah melakukan penyelidikan, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Petang akhirnya berhasil meringkus tersangka di rumahnya.

Tersangka mengaku ribuan telor sudah dijual dan uangnya dipakai untuk main judi dan foya-foya. "Ribuan telur sudah dijual dan uangnya dipakai main judi serta foya-foya," ujar Suryatmaja.

Rekomendasi