Tiga korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang masih menjalani perawatan di RSUD Tangerang, Rabu (15/9). Seorang di antaranya dipantau ketat karena kondisinya belum stabil.
Korban kebakaran yang belum stabil berinisial N (34). Dua korban lainnya, Y (33) dan JS (35), sudah menunjukkan perbaikan kondisi.
Kepala Instalasi Hukum, Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani menerangkan saat ini, korban berinisial N masih dipasangi ventilator karena trauma inhalasi yang dialami. Dengan kondisi itu, Hilwani menyebutkan kalau N dianggap rawan mengalami perburukan kembali.
"Rencananya korban Tuan N, akan dilakukan pemeriksaan bronchoscopy untuk melihat ada apa di jalan napas pada trauma inhalasi di sana. Apakah sudah ada perbaikan, apa masih ada proses peradangan," jelas Hilwani Rabu (15/9).
Dia memaparkan, N, sebelumnya sempat menjalani dua kali operasi debridement atau pengangkatan luka bakar. Namun, karena kondisi inhalasi yang dialami dan potensi perburukan kembali, tim medis RSUD masih menanganinya dengan intensif.
"Tuan N belum bisa dikalkulasi berapa persen angka kesembuhannya, karena sewaktu-waktu bisa terjadi perburukan," jelas dia.
Sementara dua WBP, berinisial Y dan JS, kata Hilwani, sudah mulai menunjukkan perbaikan. Selanjutnya, tim RSUD Kabupaten Tangerang, akan melakukan trauma healing.
"Kondisi Y dan JS stabil. Y, juga rencananya akan dilakukan operasi debridement atau pembersihan luka kembali pada Kamis besok," kata dia.
Sedangkan, JS saat ini masih dalam proses pemulihan, pascaoperasi penyambungan atau reposisi tulang patah.
Sebelumnya, RSUD Kabupaten Tangerang, menangani 10 WBP korban kebakaran Lapas Kelas I A Tangerang, pada Rabu (8/9) pekan lalu. Dari kejadian itu, 48 dinyatakan meninggal dunia dan 74 lainnya mengalami luka ringan hingga berat.