Tanjakan Cae Sumedang Rawan Kecelakaan, Fasilitas Penunjang Keselamatan Dievaluasi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Hery Antasari mengaku masih melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian untuk mengetahui kecelakaan yang menewaskan puluhan penumpang tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tanjakan Cae Sumedang Rawan Kecelakaan, Fasilitas Penunjang Keselamatan Dievaluasi
Bus Terperosok ke Jurang di Sumedang Berkapasitas 62 Penumpang. ©2021 Merdeka.com

Jalur tanjakan Cae, Kabupaten Sumedang disebut sebagai sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan. Peristiwa kecelakaan maut bus yang masuk ke dalam jurang pun terindikasi disebabkan ketidaktahuan pengendara ditambah fasilitas keamanan jalur tidak berfungsi maksimal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Hery Antasari mengaku masih melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian untuk mengetahui kecelakaan yang menewaskan puluhan penumpang tersebut.

Menurut dia, jalur tersebut merupakan jalur alternatif. Diperlukan keahlian dan pengetahuan sopir mengenai kontur tanjakan dan turunan di ruas jalan tersebut. Selain itu, faktor lain seperti kondisi kendaraan dan lain-lain masih dalam tahap pengumpulan data. Semua bisa disimpulkan setelah olah TKP rampung.

"Indikasi awal, pemahaman pengemudi (kurang) soal rute. Jika pengemudi memiliki pemahaman soal rute, mereka bisa mengantisipasi," ucap dia di sela meninjau lokasi kecelakaan, Kamis (11/3).

"Jalur (Tanjakan Cae) ini memang rawan kecelakaan, guard rail itu sudah ada. Tetapi, guard rail ini tak cukup kuat menahan laju bus hingga akhirnya terjun ke jurang," kata dia lagi.

Faktor fasilitas jalan di lajur tersebut akan dievaluasi. Salah satu opsinya adalah mengajukan pembangunan jalur penyelamat di Tanjakan Cae di samping perbaikan fasilitas jalan termasuk evaluasi kontur jalan.

"Semua opsi teknis sedang kita dalami. Bahkan kalau perlu kita bangun jalur penyelamat. Kita juga akan perbanyak rambu-rambu lalu lintas di sekitar lokasi kejadian," ucap dia.

Rekomendasi