Berbagai strategi untuk menangani pelbagai konflik yang terjadi di seluruh belahan dunia telah banyak dilakukan sejumlah negara. Mulai dari pengerahan kekuatan, politik, hingga diplomasi antar negara.Di hadapan perwakilan militer negara-negara asing, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menawarkan pandangan baru. Salah satunya membangun kepercayaan strategis antar negara tetangga."Saya ingin mengusulkan kepada forum ini hari ini, bahwa tantangan utama kami dalam mempromosikan keamanan internasional adalah bagaimana membangun kepercayaan strategis antara negara-negara perselisihan di wilayah kami," ujar SBY saat membuka Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (20/3).Hal itu disampaikan SBY dalam menjawab tantangan global yang terjadi dalam menangani perselisihan teritorial dan yurisdiksi yang kerap terjadi di negara-negara kawasan."Sebagian besar contoh teritorial dan yurisdiksi, upaya oleh Indonesia dan Vietnam untuk menegosiasikan bagian dari batas-batas benua kami dalam waktu 30 tahun untuk menyelesaikan," lanjut SBY.Menurutnya, kepercayaan strategis merupakan istilah yang tepat untuk membangun kepercayaan antar negara bertetangga. Dengan demikian, melalui cara itu memungkinkan kedua negara atau lebih untuk bekerjasama atau berinvestasi."Itu mengacu pada rasa saling percaya berkembang antara bangsa-bangsa, terutama antara pemerintah dan militer," tandasnya.
Tangani konflik, SBY tawarkan strategi kepercayaan
SBY menjadi pembicara dalam Jakarta International Defence Dialogue di JCC, Senayan.
Rekomendasi