Aiptu Nurwahid, anggota Shabara Polres Metro Jakarta Barat dianiaya pengendara yang tidak terima ditilang. Alhasil, Nurwahid terjatuh ke dalam selokan karena didorong pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren Kompol Rensa mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan PTB, Angke tepatnya di seberang Jalan Perdana Jakarta Barat, Minggu (28/1) sekira pukul 02.00 Wib.
"Kejadian itu bermula ketika Aiptu Nurwahid bersama rekannya sedang melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, dia melihat seorang pemuda yang tak lain adalah Tofik bersama dua temannya sedang berhenti. Pas dilihat motor jenis Yamaha Jupiter pelat nomornya polisinya sudah mati," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/1).
Kemudian, kata Rensa, Nurwahid dan rekannya menghampiri dan menanyakan surat-surat sepeda motor tersebut. "Saat ditanya, ternyata yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan legalitas dan juga identitas," jelasnya.
Lantas Nurwahid bersama rekan bermaksud mengamankan sepeda motor ke kantor polisi guna pemeriksaan. Tofik pun diminta ikut ke kantor polisi.
"Namun, tiba-tiba terjadi perdebatan diantara keduanya. Ketika berdebat, Tofik yang diduga baru mengonsumsi minuman keras mendorong Nurwahid ke dalam selokan. Dan ketika itu di dalam got, pelaku memukul dada korban sebanyak dua kali," ujarnya.
Melihat peristiwa tersebut, rekan Nurwahid beserta warga datang menolong. Topik pun berhasil diamankan Kepolisian. "Tapi dua rekannya kabur membawa sepeda motornya, hingga kini masih dalam pemburuan," tandasnya.
Sebelumnya, peristiwa serupa juga dialami Bripda Dimas Prianggoro. Ia diseret oleh pelaku bernama Tessa Granitsa Satari itu karena tak terima ditilang usai menerobos jalur Transjakarta di Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur.