Tahun ini, Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Terbesar Sepanjang Sejarah

"Rembuk ini adalah terbesar sepanjang sejarah karena jumlah peserta hampir mencapai 1300," kata Ananto dalam Konferensi Persnya di Gedung A Kemendikbud, Jumat (8/2).

Rizlia Khairun Nisa
Oleh Rizlia Khairun Nisa - Reporter
Tahun ini, Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Terbesar Sepanjang Sejarah
Konferensi Pers Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019. ©2019 Merdeka.com

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) merupakan program tahunan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). RNPK menjadi salah satu bukti komitmen, dalam upaya mensinergikan langkah pemerintah pusat, daerah, serta komunitas pendidikan, untuk membangun manusia Indonesia, melalui komunikasi dua arah yang saling mendukung.

Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing selaku Ketua Steering Comittee RNPK 2019, Ananto Kusuma Seta mengatakan, tahun ini RNPK mencetak hal baru. "Rembuk ini adalah terbesar sepanjang sejarah karena jumlah peserta hampir mencapai 1300," kata Ananto dalam Konferensi Persnya di Gedung A Kemendikbud, Jumat (8/2).

Jumlah tersebut bertambah karena Kemendikbud melibatkan perwakilan masyarakat yang berkompeten di bidangnya. Dalam diskusi atau RNPK, ada lima isu strategis terkait pendidikan dan kebudayaan menjadi pokok pembahasan. Pembahasan pertama adalah Penataan dan Pengangkatan Guru, kedua mengenai Revitalisasi Pendidikan Vokasi termasuk di dalamnya Pengembangan Sertifikasi Kompetensi, Penguatan Kewirausahaan, Penguatan Kerjasama Lembaga Pendidikan dengan DUDI, dan Penuntasan Peta Jalan Revitalisasi Pendidikan Vokasi di Provinsi.

Ketiga tentang Sistem Zonasi Pendidikan, keempat Pemajuan Kebudayaan, dan kelima adalah Penguatan Sistem Perbukuan dan Penguatan Literasi.
Ananto mengatakan lima topik tersebut menjadi pondasi membangun pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Misalnya dalam diskusi tentang pengangkatan guru.

"Ada beberapa isu kritis yang harus diselesaikan. Bagaimana proses redistribusi guru. Bagaimana meningkatkan profesionalisme guru dan sistem reward guru yang berbasis pada kinerja bukan pada absen," jelas Ananto.

Dari tahun ke tahun, guru menjadi fokus pembahasan. Alasannya seperti dijelaskan Ananto karena isu seputar guru tetap harus berkelanjutan, demi pembangunan pendidikan Indonesia.

Rencananya, RNPK akan digelar di Bojongsari, Depok, Jawa Barat pada 11-14 Februari 2019. Nantinya Presiden Jokowi ikut menghadiri RNPK pada Selasa 12 Februari 2019. Untuk diketahui RNPK tahun ini mengangkat tema 'Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan'. Dengan tema ini diharapkan semua peserta yang terdiri dari pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan, dapat bersinergi, dalam menyusun strategi di masa depan.

RNPK tahun ini juga akan menghadirkan sejumlah pembicara, dari Kemendikbud sampai sejumlah menteri, seperti Kepala Bapenas, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, hingga Ketua KPK, dan sederet kepala pimpinan lembaga lainnya.

Rekomendasi