Survei Indikator Politik Indonesia menyatakan, mayoritas anak muda menilai persoalan radikalisme mendesak untuk segera ditangani pemerintah. Hal tersebut terlihat dari 49,4 persen anak muda menilai dan mendesak pemerintah agar persoalan tersebut harus segera ditangani.
"Lebih banyak anak muda yaitu 49,4 persen menilai bahwa persoalan radikalisme di kalangan umat Indonesia sangat mendesak atau mendesak segera ditangani oleh pemerintah," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, Minggu (21/3).
Burhanuddin juga menjelaskan terdapat 41,6 persen persoalan radikalisme harus jadi perhatian serius dari pemerintah. Sebab sangat mengancam kehidupan bermasyarakat.
"Sekitar 41.6% menyatakan bahwa Persoalan radikalisme harus menjadi perhatian serius dari pemerintah karena sangat mengancam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, sementara 24.1 persen menyatakan pemerintah tidak adil terhadap umat islam, radikalisme hanya ditujukan kepada umat Islam saja, 34.3 persen tidak menjawab," ungkapnya.
Sebab itu, sebanyak 19,6 persen anak muda menilai pemerintah harus mengambil tindakan lebih keras dalam upaya melawan terorisme. Kemudian 13 persen meminta agar pemerintah membuat kurikulum pendidikan agama yang toleran dan menghargai agama.
Selain itu, sebanyak 6,7 persen menurut anak muda pemerintah harus mengontrol isi pendidikan agama di Indonesia demi mencegah munculnya pemahaman agama yang ekstrem atau garis keras. Lalu terlihat juga 5,6 persen mereka meminta agar pemerintah harus mengontrol isi media cetak maupun elektronik di Indonesia demi mencegah munculnya pemahaman agama yang ekstrem.
Indikator Politik Indonesia melakukan survei ini pada 4-10 Maret 2021 kepada 1.200 responden berusia 17-21 tahun. Dengan situasi pandemi Covid-19, survei tersebut dilakukan melalui wawancara telepon.
Responden berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Indikator Politik Indonesia menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.