Siswa baru SMA Negeri 4 Kupang dikenakan biaya Rp 390 ribu
Merdeka.com - Wali Kota Kupang, Jonas Salean mengizinkan pengelola sekolah memungut dana dari murid baru untuk membantu pembiayaan pendidikan dan operasional. Wali Kota Jonas Salean memberikan izin penarikan dana dari siswa baru untuk membantu biaya operasional dan penyelengaraan pendidikan.
"Dalam rapat bersama beberapa waktu lalu, Pak Wali Kota Kupang mengizinkan para kepala sekolah menarik pungutan dari para siswa baru," kata Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kupang Agustinus Bire Logo di Penfui, Kota Kupang, Rabu (20/7).
Agustinus mengatakan, sebagai tindak lanjut dari kebijakan Wali Kota Kupang, SMA Negeri 4 melakukan penarikan dana dari para orangtua siswa baru sebesar Rp 390 ribu per siswa.
Namun penarikan dana dari murid baru itu belum dibicarakan dengan para orangtua serta komite sekolah. Penarikan dana sebesar Rp 390 ribu per siswa dilakukan ketika para orangtua murid melakukan daftar ulang anaknya di sekolah.
Agustinus mengatakan, dana yang dihimpun dari para siswa baru itu diperuntukan untuk pengadaan pakaian seragam, pakaian olahraga, kartu OSIS dan kartu komite sebesar Rp 290 ribu. Sedangkan Rp 100 ribu diperuntukan bagi komite sekolah.
Dia mengatakan, pembayaran dilakukan sekaligus karena berdasarkan pengalaman tahun 2015, cicilan mengakibatkan penungakan sebesar Rp 31 juta.
"Pungutan itu tidak bertentangan dengan aturan karena dilakukan atas sepengetahuan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Kupang, serta dan Wali Kota," tegasnya.
Sementara Kepala Sekolah Menegah Pertama Katolik St Yoseph Naikoten II, Romo Amandus Ninu mengatakan, bahwa sekolahnya menarik biaya dari para siswa baru untuk pengadaan buku-buku serta pakaian seragam.
Pengadaan buku-buku pendidikan sebesar Rp 600 ribu. Sedangkan untuk tiga pasang seragam dan pakaian olahraga dan pengadaan alat musik sebesar Rp 700 ribu per siswa.
"Kebijakan adanya pungutan dana dari para siswa baru dilakukan setiap tahun, setelah ada kesepakatan dengan para orang tua siswa. Para orang tua tidak ada yang keberatan dengan kebijakan pihak sekolah" pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya