Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setuju Kritik AHY, PDIP sebut Langkah Pemerintah Naikkan BPJS Tidak Terpuji

Setuju Kritik AHY, PDIP sebut Langkah Pemerintah Naikkan BPJS Tidak Terpuji Jokowi Ikut KTT Gerakan Non-Blok Secara Virtual. ©2020 Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik Presiden Jokowi soal naiknya iuran BPJS di tengah pandemi Covid-19. AHY menilai masyarakat sudah jatuh dan tertimpa tangga.

Setuju dengan kritikan AHY, anggota DPR Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno menyebut naiknya BPJS di tengah corona adalah keputusan tidak terpuji.

"Menaikkan iuran dalam kondisi saat ini adalah langkah yang tidak terpuji. Lebih tepat dan simpatik apabila sebagian dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) direalokasikan untuk menopang BPJS," kata Hendrawan, Jumat (15/5).

Dia menyayangkan, dalam kondisi krisis sekarang, kiblat negara justru 'survival of the weakest' bukan survival of the fittest'. Dia bilang, dalam PP 23/2020 tentang PEN, prinsip yang diacu antara lain adalah keadilan sosial dan sebesar besar kemakmuran rakyat.

"Jadi pemerintah harus membersihkan diri dari godaan moral hazard yang mendesak alokasi dialirkan kepada BUMN yang tidak, atau sektor-sektor yang kerjanya melakukan lobi-lobi di lorong-lorong kekuasaan," tuturnya.

Dalam kritikannya, AHY menyarankan pemerintah merelokasi anggaran infrastruktur untuk menutupi kepentingan BPJS Kesehatan. Hendrawan bilang, masukan AHY tersebut pernah dibahas juga di DPR.

"Sebelum AHY sampaikan, sejumlah fraksi di DPR juga mengusulkan hal serupa. Kita harus melihat kasus per kasus dan memutuskan dengan bijaksana dan mengutamakan kepentingan nasional," ucapnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP