Setelah dijadwalkan akan bersaksi dalam sidang kasus dugaan mark-up pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di APBD Perubahan 2015 atas terdakwa Alex Usman, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meyakini akan ada tersangka baru dalam kasus ini."Kan di pengadilan ngomong. Nah makanya jaksa pengen saya menguatkan itu. Setelah itu bisa ada tersangka baru saya kira," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (22/1).Lebih lanjut, katanya, dia sudah menduga adanya penyalahgunaan anggaran dalam pengadaan alat UPS. Dia juga mengaku kaget dengan adanya anggaran siluman dengan angka yang besar itu.Oleh sebab itu, atas kejadian kebocoran APBD-P 2015 ini, Ahok mengantisipasinya dengan melakukan penyisiran yang ketat dalam APBD 2016. "Karena kan di situ kita yang bocorin kan ada permainan kan. Termasuk BPKP mengatakan ada siluman dan saya juga merasa kaget kan," tegasnya."Saya akan sampaikan, betul-betul ada APBD siluman. Setelah saya ngotot pake Pergub, itu aja eksekutif sisir lagi 2016 ini baru bagus. Memang terbukti ada APBD siluman, yang ngomong BPK," sambung mantan politisi Gerindra ini.Seperti diketahui, dalam kasus mark up pengadaan alat UPS ini, Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan empat tersangka, dari jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terdapat nama bekas Kasudin Dikmen Jakarta Barat, Alex Usman dan Bekas Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat Zaenal Soleman. Selain dua orang itu, Bareskrim juga sudah menetapkan dua tersangka lain yakni; anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014, Fahmi Zulfikar (Hanura) dan M Firmansyah (Demokrat).Dari kabar yang beredar dalam kasus dugaan korupsi APBD DKI Jakarta ini, Bareskrim bakal menetapkan tersangka lain. Diduga kuat, mereka yang akan dijerat adalah dari pihak legislatif, eksekutif atau pun swasta yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 81 miliar.
Setelah bersaksi, Ahok yakin ada tersangka baru dalam kasus UPS
"Saya akan sampaikan, betul-betul ada APBD siluman," kata Ahok.
Halaman Berikutnya
Tito Karnavian Sepakati Langkah Percepatan Pemulihan Pascabencana di Bener Meriah
Rekomendasi