Satpol PP turunkan spanduk penolakan Neno Warisman jadi penceramah di Depok

Surat itu ditandatangani oleh Ratna Komala selaku Ketua Bidang Dakwah dan Maemunah selaku Sekretaris FKMT Depok. "Dalam rangka menindaklanjuti program-program FKMT Depok sebagaimana yang telah dicanangkan pada Rapat Konsolidasi Pengurus FKMT se-Depok, maka FKMT insyaAllah menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin."

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Satpol PP turunkan spanduk penolakan Neno Warisman jadi penceramah di Depok
warga pasang spanduk tolak neno. ©2018 Merdeka.com/Nur Fauziah

Hari ini Ustazah sekaligus pegiat tagar #2019gantipresiden, Neno Warisman hadir di Masjid Balaikota Depok, Jalan Margonda Raya. Dia hadir memenuhi undangan dari Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kota Depok. Dalam surat undangan dengan nomor 42/FKMT/VIII/2018 tertera nama Ibu Hj Neno Warisman sebagai undangan.

Surat itu ditandatangani oleh Ratna Komala selaku Ketua Bidang Dakwah dan Maemunah selaku Sekretaris FKMT Depok. "Dalam rangka menindaklanjuti program-program FKMT Depok sebagaimana yang telah dicanangkan pada Rapat Konsolidasi Pengurus FKMT se-Depok, maka FKMT insyaAllah menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin," isi surat tersebut.

Pengajian dijadwalkan digelar Rabu (15/8) pukul 08.00-11.30 WIB. Dalam surat undangan tertulis bahwa Neno sebagai penceramah.

Namun sempat terpampang spanduk penolakan terhadap Neno. Dalam spanduk tertera tulisan 'Warga Depok Menolak Kedatangan Neno Warisman Menggunakan Agama untuk Misi Politik Tolak Politisasi Agama'.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Depok, Kusumo mengatakan, pihaknya sudah meminta anak buahnya mencopot spanduk tersebut. "Segera kami copot," katanya, Rabu (15/8).

Pihaknya mengatakan sudah berkoordinasi dengan Bawaslu. Dia pun mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut. "Kami sudah tindaklanjuti yang jelas untuk ini," pungkasnya.

Rekomendasi