Alasan Satgas Covid-19 Belum Tarik Rem Darurat Meski Kasus Covid-19 Melonjak

Perlu kajian epidemiologi untuk menentukan kondisi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Alasan Satgas Covid-19 Belum Tarik Rem Darurat Meski Kasus Covid-19 Melonjak
Penanganan Pasien Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengakui Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir. Namun, pemerintah belum berencana menarik rem darurat dengan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Saat ini, sejumlah daerah di Indonesia baru menerapkan PPKM level 1, 2, hingga 3. Belum ada provinsi yang menerapkan PPKM level 4.

"Kita masih membutuhkan waktu untuk memantau tren tersebut (kenaikan kasus Covid-19) jika dibandingkan dengan gelombang kedua yang lalu," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (2/2).

Wiku mengatakan yang perlu menjadi perhatian saat ini ialah upaya bersama untuk menekan laju penularan Covid-19. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah akan terus menggencarkan program vaksinasi serta menyiapkan stok obat-obatan di apotek.

Kemudian memperkuat fasilitas telemedicine bagi masyarakat tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri di rumah, pencegahan transmisi lokal di dalam negeri, serta penguatan protokol kesehatan dan pelacakan kontak erat. Pemerintah juga akan terus melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk negara serta memperketat skrining.

"Pemerintah akan terus memantau tren kasus bersamaan dengan optimalisasi upaya pengendalian dan pencegahan penularan di berbagai lini dan sektor sosial ekonomi masyarakat," ucapnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan hal serupa. Menurutnya, perlu kajian epidemiologi untuk menentukan kondisi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini.

"Betul ada peningkatan kasus tetapi ada aspek lain terkait kriteria epidemiologi untuk menentukan kurva pandemi/gelombang ini," katanya.

Kasus Covid-19 mulai meningkat sejak awal Januari 2022. Hari ini, Indonesia kembali mencatat penambahan kasus Covid-19 harian tertinggi yakni 17.895. Penambahan ini bahkan lebih tinggi dari kenaikan kasus Covid-19 harian pada gelombang pertama di Desember 2020.

Rekomendasi