Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terpuruk. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno saat kunjungan kerja ke kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Jumat (18/6).
Sandiaga memberikan gambaran kondisi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia benar-benar terpuruk di tengah pandemi Covid-19.
Terpuruknya sektor pariwisata di Indonesia terlihat dari turunnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
"Gambaran pariwisata saat ini sangat terpuruk. Bahkan 85 persen turunnya wisatawan mancanegara," ujarnya kepada wartawan.
Sandiaga mengaku saat ini sejumlah destinasi wisata di Indonesia masih didominasi wisatawan nusantara (wisnus). Sandiaga mengungkapkan Wisnus menyumbangkan 30 persen pergerakan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Oleh karena itu, saat ini adalah saat yang memprihatinkan. Kita perlu hadir untuk memberikan semangat dan harapan agar pariwisata bisa segera bangkit di masa depan," kata mantan calon wakil presiden (cawapres) ini.
Sementara, terkait peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Yogyakarta, Sandiaga mengaku pihaknya sudah memiliki konsep Sandbox.
Konsep tersebut, kata dia, adalah pengembangan Kemenparekraf bersama kepala daerah untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19.
"Berlaku satu konsep Sandbox. Jika angka Covid meningkat, maka tempat pariwisata dan sentra ekonomi kreatif ditutup. Dipastikan protokol kesehatan ditingkatkan kepatuhan dan kedisiplinannya. Vaksinasi diperluas dan testing serta tracingnya juga diperbesar dari jumlah," bebernya.
Diharapkan dengan konsep Sandbox tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia bisa pulih meski di tengah pandemi Covid-19.
Ia meyakinkan Kemenparekraf akan bekerja keras untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran dan bermanfaat untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.