Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyelundupan sabu 10 kg di Medan, 20 Maret 2018 lalu. Puluhan kilogram sabu tersebut asal Malaysia.
Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan salah satu pelaku terkait jaringan Malaysia. Hal itu terlihat dari asal usul sabu dari Negeri Jiran tersebut.
"Ini kaitannya dengan jaringan Malaysia," ujar Arman di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/3).
Tersangka bernama AH alias K yang merupakan penduduk asli kota Medan ini telah masuk DPO BNN sejak tahun lalu. K pernah tercatat membawa dan mengantarkan 85 kg sabu serta 20 kg sabu pada Februari tahun lalu.
"Nah ini yang kita deteksi yang ketiga kalinya," kata Arman. Arman juga menegaskan bahwa status K bukanlah kurir melainkan pengendali dan diduga pemilik dari bisnis barang haram tersebut.
Saat ini, K terpaksa menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan akibat 3 peluru yang ditembakkan petugas karena berusaha melawan.
Dari penangkapan ini, BNN juga berhasil mengamankan rekan K yakni OHL. OHL yang berprofesi sebagai pengemudi bentor dan akan berperan sebagai kurir ini meninggal dunia karena sakit.
"Satu orang meninggal dunia kemarin di sini. Kita sempat bawa ke sini ternyata menderita sakit. Kemudian kita kirim ke rumah sakit, (lalu) meninggal," tutupnya.
Reporter: Anendya Niervana
Sumber : Liputan6.com