Rumah Rawan Ambruk Karena Pergerakan Tanah, 9 Warga di Garut Dievakuasi

Lokasi retakan tanah yang membuat rumah warga rusak itu sebelumnya adalah sumber mata air yang sampai ke Kampung Gudang.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Rumah Rawan Ambruk Karena Pergerakan Tanah, 9 Warga di Garut Dievakuasi
Dua Rumah di Garut Terancam Pergerakan Tanah. ©2019 Merdeka.com/Iqbal

Tiga rumah yang berada di Kampung Pasirpari, Desa Balewangi, Cisurupan, Garut terancam ambruk karena pergerakan tanah. Penghuni dua dari tiga rumah tersebut terpaksa diungsikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Babinsa Balewangi Koramil 11-15 Cisurupan, Kodim 0611 Garut, Sertu Edwar Sahputra menyebut sebetulnya pergerakan tanah sudah terjadi sejak 4 bulan lalu. Namun pemilik rumah menganggapnya sebagai kejadian biasa saja.

"Memang dari pengakuan pemilik rumah ini retakan tanah dan rumah biasa saja, dari hanya yang terlihat sekitar 1 centimeter saja. Namun sekarang retakan tanahnya mencapai 20 centimeter dan informasinya tadi malam bertambah lagi," ujarnya, Rabu (27/11).

Retakan rumah diperkirakan sekitar 5 Centimeter dan berlubang dengan diameter 15 Centimeter. Sehingga, dua rumah tersebut terancam roboh karena pergerakan tanah terus terjadi.

Dia menuturkan sedikitnya tiga rumah warga mengalami retakan yang cukup parah, yaitu milik Dikdik (50), Aja (70), dan alm. Didin. "Untuk yang punyanya almarhum Didin rumahnya memang kosong," katanya.

Karena kondisi itu, seluruh penghuni rumah Dikdik dan Aja diungsikan ke lokasi yang lebih aman karena bisa ambruk sewaktu-waktu. Di dalam rumah tersebut terdapat 3 kepala keluarga yang terdiri dari 9 orang.

Lokasi Pergeseran Tanah Sumber Air

Dari informasi yang dihimpun, lokasi retakan tanah yang membuat rumah warga rusak itu sebelumnya adalah sumber mata air yang sampai ke Kampung Gudang. "Kemungkinan karena adanya timbunan yang tidak padat sehingga mengakibatkan pergeseran tanah," ungkapnya.

Sementara, lokasi tanah yang bergeser itu berada di tebing. Dasar tebing itu dulunya adalah sungai yang kini menjadi kebun. Namun sebenarnya, jarak lokasi bekas sungai dan rumah yang rusak cukup jauh.

"Rumah yang retak ini yang paling parah sebetulnya milik Aja, harus diperbaiki total karena sudah sangat rusak sekali. Kalau secara materi kerugiannya mencapai 100 juta," paparnya.

Kasus pergerakan tanah tersebut sudah dilaporkan kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut oleh pihak Desa Balewangi.

Rekomendasi