Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bakal diusung oleh Partai Gerindra untuk mengikuti Pilgub DKI Jakarta 2017. Namun Ridwan Kamil menyatakan baru akan memutuskan maju atau tidak dalam Pilgub DKI Jakarta pada bulan Maret 2016."Saya putuskan maju atau tidak, positifnya bulan Maret," kata Ridwan Kamil saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Selasa (9/2).Dia mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang ingin mencalonkan dirinya untuk ikut pilgub DKI Jakarta. Namun ia belum bisa memutuskan saat ini, karena masih harus mendengar seluruh aspirasi dari masyarakat Jakarta, maupun di internal partai, termasuk aspirasi warga Bandung yang tidak ingin dirinya meninggalkan jabatan sebagai wali kota."Satu bulan ini, saya masih mendengarkan dulu aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik positif maupun negatifnya. Karena saya juga terbiasa berhitung dengan cermat. Jadi tidak bilang dulu ya atau tidak saat ini," jelasnya seperti dikutip Antara.Disinggung peluangnya jika dirinya memutuskan untuk maju dalam perebutan kursi Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil mengaku optimistis, karena berkaca pada saat dirinya maju sebagai calon wali kota Bandung yang dimulai dari elektabilitas hanya enam persen dan saat itu "incumbent" 30 persen."Dengan ilmu yang saya miliki dan determinasi pada saat itu, saya ternyata dinyatakan menang dengan 45 persen suara. Jadi semua hitung-hitungan itu masih bisa terjadi," katanya.Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hadir di Hari Pers Nasional (HPN) di NTB untuk menerima penghargaan Anugerah Budaya dari pemerintah pusat. Anugerah ini diberikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ridwan Kamil: Saya putuskan maju atau tidak Pilgub DKI bulan Maret
"Saya putuskan maju atau tidak, positifnya bulan Maret," kata Ridwan.
Rekomendasi