Ribuan Santri Ponpes Gontor yang Berdomisili di Bekasi Ikuti Rapid Test Covid-19

Ribuan santri serta mahasiswa Pondok Pesantren Modern Gontor yang berdomisili di Kota Bekasi mengikuti rapid test dari Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19. Tes cepat ini dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penularan wabah virus corona. Hasilnya lima orang dinyatakan reaktif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ribuan Santri Ponpes Gontor yang Berdomisili di Bekasi Ikuti Rapid Test Covid-19
Ilustrasi. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Ribuan santri serta mahasiswa Pondok Pesantren Modern Gontor yang berdomisili di Kota Bekasi mengikuti rapid test dari Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19. Tes cepat ini dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penularan wabah virus corona. Hasilnya lima orang dinyatakan reaktif.

Kegiatan yang berlangsung di Stadion Candrabraga, Bekasi, Minggu (7/6), dihadiri sekitar 1.400 santri dan calon santri, mahasiswa, serta para orang tua santri sebagai bagian dari persiapan mereka sebelum kembali ke pondok pesantren di Ponorogo, Jawa Timur.

"Jadi ini dalam proses kembali ke Jawa Timur mereka menjalani rapid test ini sebagai bagian dari protokol Covid-19. Saya berharap kita bangkit pada saat sulit menang melawan Covid-19," ujar Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Sandiaga Salahuddin Uno. Dikutip dari Antara.

Selain untuk menekan jumlah penderita Covid-19 di kalangan santri, tes cepat juga upaya mengomunikasikan tentang pentingnya melakukan tes secara rutin di tengah era kenormalan baru.

Sandi mengimbau seluruh anggota masyarakat jangan khawatir untuk melakukan tes karena melakukan tes ini akan menjadi bagian keseharian warga.

"Mau bepergian dites, mau masuk ke dalam pabrik, misalnya rutin dites, bepergian menggunakan transportasi pesawat terbang, kapal laut juga harus melakukan tes nantinya," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Berdasarkan hasil dari kegiatan tes cepat tersebut, diketahui bahwa setidaknya terdapat lima orang yang reaktif Covid-19.

Terhadap para peserta yang dinyatakan reaktif tersebut, kata dia, akan dilakukan penanganan lanjutan berupa tes berbasis polymerase chain reaction (PCR).

"Hari ini kita sudah melakukan setengahnya rapid tes dari seribu tiga ratus sudah ada lima yang reaktif, nanti ada penanganan selanjutnya ada observasi dan kita akan screen lagi. Kami akan pastikan bukan hanya dites, melainkan kami bantu untuk tracing. Jadi, penanganannya tidak perlu khawatir, ada observasi lanjutannya. Seandainya positif berdasarkan PCR, nanti akan dirujuk langsung sesuai dengan protokol yang sudah ditetapkan di Kota bekasi," ujar Sandi.

Dalam kesempatan itu, Sandi juga mengapresiasi seluruh aparatur pemerintahan Kota Bekasi serta jajaran TNI/Polri dan BIN yang turut membantu dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota Bekasi juga aparat profesi TNI, Polri, dan BIN kita melaksanakan rapid test dan physical distancing di Kota Bekasi untuk 1.000 orang, khususnya anggota masyarakat dari siswa/siswi, santriwan/santriwati, dan Universitas Gontor," katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pondok Pesantren Modern (IPPM) Gontor Cabang Bekasi Irfan Sidik menilai tes cepat ini sebagai bentuk kepedulian pimpinan pondok pesantren kepada para santri yang akan kembali ke tempat mereka menimba ilmu.

"Ini merupakan salah satu upaya dari Pondok Modern Gontor untuk memastikan bahwa anak-anak santri yang balik ke pondok itu semuanya dalam kondisi keadaan sehat. Bahkan, tidak hanya di kampung halamannya mereka diperintahkan untuk tes, tetapi juga nanti ketika sudah sampai di pondok juga akan dilakukan tes screening ulang," katanya.

Rekomendasi