Resahkan warga DKI, puluhan preman dan pengamen di Jakarta Selatan dijaring polisi

Salah satu dari mereka juga masih di bawah umur, satu orang berumur 16 tahun dan seorang lainnya 13 tahun berinisial A. Kepada merdeka.com, A mengaku biasa ngamen di kawasan Blok M. Dia mengaku baru saja menjadi pengamen bersama dua orang temannya.an.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Resahkan warga DKI, puluhan preman dan pengamen di Jakarta Selatan dijaring polisi
Polres Jaksel amankan puluhan preman dan pengamen. ©2017 Merdeka.com/Nur Habibie

Puluhan preman dan pengamen yang berkeliaran di sejumlah wilayah di Jakarta Selatan ditangkap petugas Mapolres Jakarta Selatan. Total 25 orang yang diamankan.

"Nanti kita koordinasi dengan Departemen Sosial untuk pembinaannya. Mereka melakukan parkir-parkir liar di tempat-tempat yang informasi dari masyarakat merasakan bagi masyarakat," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh Prakoso, di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (8/12).

Bismo menegaskan, razia ini rutin dilakukan dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat.

"Ini bagian dari Cipta Kondisi bahwa kalau misalnya kita amankan wilayah kita dari premanisme-premanisme ini, maka kita bisa fokus untuk peperangan terhadap kasus yang lebih besar. Jadi bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat," katanya.

Dia menambahkan pengamanan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan perhelatan Asian Games yang digelar tahun depan. Sebab, keduanya menjadi salah satu penyakit masyarakat yang memang harus diperangi.

"Tidak ada, jadi mau ada kegiatan apa pun dua ini adalah pelaku-pelaku atau penyakit masyarakat. Jadi ya berinteraksi langsung dengan masyarakat ya. Ini wujud dari kepedulian kita bahwa kalau misalnya itu selalu kita upayakan maka situasi Kamtibmas akan lebih kondusif," jelas Bismo.

Salah satu dari mereka juga masih di bawah umur, satu orang berumur 16 tahun dan seorang lainnya 13 tahun berinisial A. Kepada merdeka.com, A mengaku biasa ngamen di kawasan Blok M. Dia mengaku baru saja menjadi pengamen bersama dua orang temannya.an.

Sebelum menjadi musisi jalanan, dirinya pernah bersekolah di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang berada di daerah Depok, Jawa Barat. Namun setelah lulus SD, dirinya tak melanjutkan lagi ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Dulu sekolah bang di Master Depok sampe kelas 6 SD. Cuma pas rumah pindah ke Ciledug, ya udah enggak diterusin lagi sekolahnya," cerita A.

Rekomendasi