Ratusan sopir taksi dan pengemudi GO-JEK di Solo bentrok

Bentrokan berawal saat kedua kubu bertemu di pangkalan depan Stasiun Purwosari. Salah satu sopir taksi mengaku mobilnya dilempar oleh pengemudi GO-JEK. Kejadian diduga salah paham itu lantas menyulut emosi kedua pihak. Polisi akhirnya berhasil mencegah bentrokan meluas.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Ratusan sopir taksi dan pengemudi GO-JEK di Solo bentrok
Bentrok sopir taksi dan Gojek di Solo. ©2017 merdeka.com/arie sunaryo

Ratusan sopir taksi Mahkota dan pengemudi GO-JEK di Solo terlibat bentrok, Rabu (15/3) pagi. Gesekan terjadi di depan Stasiun Purwosari dan di depan Balai Kota Solo. Bentrokan tidak sampai meluas lantaran bisa dicegah aparat Kepolisian.Bentrokan berawal saat kedua kubu bertemu di pangkalan depan Stasiun Purwosari. Kebetulan pangkalan mereka saling berseberangan di tempat tersebut."Mobil saya dilempari batu oleh GO-JEK, padahal saya cuma menyapa saja saat kami akan konvoi ke Balai Kota. Mungkin mereka salah paham," ujar Aril, salah satu pengemudi Mahkota Taksi.Sekitar 150 sopir taksi memang menggeruduk Balai Kota untuk mengadukan nasib. Namun tak lama kemudian ratusan pengemudi GO-JEK melintas di depan gerbang Balai Kota. Ratusan pengemudi taksi yang berada di dalam pun berlarian mengejar pengemudi GO-JEK. Bentrokan kecil sempat terjadi. Namun berkat kesigapan aparat keamanan mereka bisa dipisahkan."Mereka ini tidak punya izin operasi di Solo. Kenapa mereka bisa mangkal di Solo. Penghasilan kami turun drastis akibat adanya GO-JEK. Kami minta Pemkot Solo tegas melarang mereka," tegas koordinator aksi R Tomy.Hingga berita ini kami turunkan ratusan pengemudi taksi masih bertahan di dalam kompleks Balai Kota. Sementara ratusan pengemudi GO-JEK meninggalkan pintu gerbang Balai Kota. Ratusan aparat keamanan terlihat masih berjaga.

Rekomendasi