Psikiater Sebut Masyarakat Mulai Malas Terapkan Protokol Kesehatan

Menurut Natalia, ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya pandemic fatigue. Pertama, masyarakat mulai lelah dengan situasi pandemi Covid-19 yang mengharuskannya berada di dalam rumah. Selain itu, dipengaruhi faktor ekonomi yang menurun akibat pandemi Covid-19.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Psikiater Sebut Masyarakat Mulai Malas Terapkan Protokol Kesehatan
2.000 Orang Tak Pakai Masker di Jakpus Dikenakan Sanksi. ©2020 Merdeka.com/Antara

Psikiater dari RS Cipto Mangunkusumo, Natalia Widiasih Raharjanti, mengungkapkan muncul fenomena pandemic fatigue di tengah pandemi Covid-19. Pandemic fatigue merupakan kondisi orang-orang malas menerapkan protokol kesehatan dan kurang berhati-hati dalam physical distancing atau menjaga jarak.

Menurut Natalia, ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya pandemic fatigue. Pertama, masyarakat mulai lelah dengan situasi pandemi Covid-19 yang mengharuskannya berada di dalam rumah. Selain itu, dipengaruhi faktor ekonomi yang menurun akibat pandemi Covid-19.

"Semua sudah mati gaya, bingung mau ngapain lagi. Di situ yang membuat orang bilang lelah dan akhirnya jatuh ke kondisi fatigue," jelasnya dalam diskusi virtual yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Senin (11/1).

Kepala Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Dwi Listyawardani, mengatakan setiap orang bisa lelah menghadapi pandemi Covid-19 yang berjalan lebih dari 10 bulan ini. Namun, upaya masyarakat menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun tidak sebanding dengan perjuangan tenaga kesehatan di rumah sakit.

"Apalagi tenaga kesehatan dari hari ke hari harus menggunakan alat pelindung diri (APD). Kalau dibandingkan dengan tenaga kesehatan, masyarakat sebetulnya tuntutan kita jauh lebih ringan," ujarnya.

Dwi menyadari, cukup berat bagi masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Saat keluarga mengalami keterbatasan ekonomi, pemerintah mengimbau tetap berada di rumah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Itu juga akhirnya menimbulkan kelelahan," kata dia.

Rekomendasi