Presiden Joko Widodo (Jokowi) menantang agar pesantren-pesantren di Indonesia bisa mengembangkan bisnis di lingkungan sekitar. Ini dinilai perlu agar pesantren juga bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi, selain sebagai fungsi pendidikan agama."Kita mulai nanti dari pesantren untuk memiliki lingkungan bisnis yang baik," kata Jokowi saat menghadiri silaturahmi bersama Pengurus Pusat (PP) Persis, di Masjid Persis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Selasa (17/10).Menurut dia, pemerintah saat ini tengah menyiapkan unit keuangan berupa bank wakaf mikro yang mulai bulan depan didirikan di sejumlah pesantren. Permodalan tersebut harapannya bisa mempermudah kalangan pesantren dalam mengembangkan bisnis dengan biaya dua persen. "Tanpa bunga. Hanya dua persen setahun untuk biaya administrasi. Kalau BPR bisa 40 persen," imbuhnya. Jokowi mengaku akan terus meninjau ke pesantren-pesantren untuk melihat langsung kesiapan di lapangan. Jokowi melanjutkan, pemerintah saat ini terus berupaya maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masalah keumatan. Salah satu yang dilakukan yakni mencabut konsesi lahan dari berbagai pihak. "Kita sudah mencabut konsesi. Kita dapat 12,7 juta hektare," katanya seraya menyebut lahan tersebut bisa digunakan oleh masyarakat.Tak hanya itu, menurutnya pemerintah pun konsisten menghadirkan keadilan dengan terus membuka akses kesehatan dan pendidikan seluas-luasnya bagi warga tidak mampu. "Kita memberikan Kartu Indonesia Sehat bagi warga tidak mampu, agar ke rumah sakit enggak bayar. Kartu Indonesia Pintar ke 19 juta siswa," ujarnya.
Presiden Jokowi tantang pesantren mampu kembangkan bisnis
Menurut dia, pemerintah saat ini tengah menyiapkan unit keuangan berupa bank wakaf mikro yang mulai bulan depan didirikan di sejumlah pesantren. Permodalan tersebut harapannya bisa mempermudah kalangan pesantren dalam mengembangkan bisnis dengan biaya dua persen.
Advertisement
Rekomendasi