Polri kembali ingatkan Kakor Brimob mundur jika maju Pilgub Maluku

Polri kembali ingatkan Kakor Brimob jika maju Pilgub Maluku. Polri memastikan satu perwira tinggi mengikuti Pilgub 2018 mendatang. Perwira tinggi itu adalah Kepala Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Polri kembali ingatkan Kakor Brimob mundur jika maju Pilgub Maluku
Paloh dan Kakor Brimob. ©2017 Merdeka.com

Polri memastikan satu perwira tinggi mengikuti Pilgub 2018 mendatang. Perwira tinggi itu adalah Kepala Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail. "Kalau untuk tingkat Gubernur kan baru satu yang menyatakan, tapi untuk tingkat kabupaten kota saya belum dapat laporannya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Selasa (28/11).Setyo mengatakan, Murad Ismail maju dalam Pilkada Maluku. Kendati demikian, kemungkinan ada lagi anggota Polri yang akan maju dalam pesta demokrasi tersebut."Mungkin ada tambahan nanti akan kita informasikan lagi," ujarnya.Polri mengimbau kepada anggota yang maju dalam Pilkada 2018, untuk segera mengundurkan diri dari Korps Bhayangkara usai melakukan pendaftaran. Hal itu ditekankan, agar kenetralan Polri dalam pemilihan umum tetap terjaga."Begitu mendaftar ditetapkan sebagai calon baru mengundurkan diri," tandasnya. Seperti diketahui, penetapan yang akan mendaftar sebagai calon kepala daerah jatuh pada awal Februari 2018. Sebelum tanggal tersebut, anggota Polri yang maju dalam Pilkada, masih diperkenankan bertugas sebagai anggota Polri.Murad sebelumnya diusung Partai NasDem pada pilgub Maluku 2018 mendatang. Murad Ismail merupakan putra kelahiran Maluku yang sekarang menjabat sebagai Kakor Brimob Polri dengan pangkat Irjen atau Jenderal Bintang dua. Pada tahun 2013 sampai dengan 2015, Perwira Tinggi bintang dua itu pernah menjabat sebagai Kapolda Maluku. Selama menjabat Kapolda Maluku, Murad Ismail dikenal baik oleh semua kelompok masyarakat, baik muslim ataupun nasrani. Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya juga mengingatkan anggotanya yang ingin mencalonkan diri menjadi peserta Pilkada harus mengundurkan diri. Tujuannya adalah untuk menghindari konflik kepentingan.Tito mengaku mendapat informasi bahwa Komandan Korps Brimob Inspektur Jenderal (Pol) Murad Ismail ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur Maluku. Sehingga, dia berharap, Murad mundur sebagai anggota Polri."Saya berharap supaya tidak ada conflict of interest sebagai anggota Polri. Kalau memang sudah yakin mau maju lebih baik mengundurkan diri," katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10).

Rekomendasi