Polisi bubarkan adu anjing pitbull di Bali

Reporter : Ramadhian Fadillah | Minggu, 2 Juni 2013 16:57

Polisi bubarkan adu anjing pitbull di Bali
anjing galak. shutterstock

Merdeka.com - Polisi membubarkan ajang adu anjing jenis "American Pitbull Terrier" beromzet ratusan juta rupiah di Jalan Trengguli, Kota Denpasar.


"Saat penggerebekan itu, kami mengamankan lima pemilik Pitbull. Sampai sekarang mereka masih kami periksa," kata Kepala Kepolisian Sektor Denpasar Timur Ajun Komisaris I Putu Suprama, Minggu (2/6).

Putu mengungkapkan ajang tersebut mempertarungkan 17 ekor anjing yang dikenal galak itu. Pembubaran dilakukan pada saat pertarungan memasuki babak kedelepan. Anjing-anjing yang berbobot 25 kilogram itu diharuskan bertarung sekitar 10 menit.

Menurut dia, penggerebekan itu bermula dari informasi masyarakat bahwa di Jalan Trengguli sering diadakan adu anjing ras Amerika itu.

"Setelah kami cek, ternyata benar. Bahkan pesertanya juga banyak dari luar Bali," kata Putu Suprama.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 302 KUHP tentang penelantaran dan penganiayaan hewan.

"Tapi kami masih terus melakukan penyelidikan, apakah pelakunya dikenal pasal tentang penelantaran hewan atau perjudian," katanya.

Bali selama ini dikenal sebagai daerah strategis pengembangbiakan anjing, baik ras lokal seperti Kintamani maupun anjing impor.

Berdasarkan data di Dinas Peternakan Provinsi Bali bahwa sampai saat ini terdapat 350 ribu populasi anjing di Pulau Dewata itu, sekitar 40 persen di antaranya belum mendapatkan vaksin rabies.

Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Bali Gusti Ngurah Kade Mahardika menganggap tingginya jumlah anjing yang belum tervaksinasi rabies karena pertambahan populasi anjing lebih tinggi daripada jumlah yang telah dieleminasi melalui program vaksinasi massal.

"Selain itu masyarakat belum melihat vaksinasi rabies sebagai kebutuhan yang mendesak," katanya.

Menurut dia, anjing jenis apa pun, termasuk Pitbull pada dasarnya memiliki karakter tempramental, namun setia kepada majikannya.

Pemilik bisa mengasah sifat dan karakter anjing yang dipeliharanya.

"Sebenarnya anjing itu buas atau tidak, tergantung pada orang yang memeliharanya," kata Aji Raga, aktivis dari Anti Dog Fight Indonesia.

[ian]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Perjudian

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE