Perampok Pelayan Warkop di Kukar Dibekuk, Motifnya Kesal Disinggung Soal Alat Vital

A (23) warga Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dibekuk polisi Kamis (24/6) kemarin. Dia jadi tersangka perampokan terhadap Wi (24), pelayan warkop di poros Tenggarong - Samarinda, Kamis (17/6) pekan lalu.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Perampok Pelayan Warkop di Kukar Dibekuk, Motifnya Kesal Disinggung Soal Alat Vital
Perampok pelayan warkop di Kukar dibekuk. ©2021 Merdeka.com/saud rosadi

A (23) warga Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dibekuk polisi Kamis (24/6) kemarin. Dia jadi tersangka perampokan terhadap Wi (24), pelayan warkop di poros Tenggarong - Samarinda, Kamis (17/6) pekan lalu.

A diringkus saat hendak kabur usai gagal membobol ATM BRI di kawasan Tenggarong Seberang, sekitar pukul 02.00 Wita. Belakangan dia yang diburu tim Reskrim Polsek Tenggarong Seberang dan Polres Kutai Kartanegara terkait perampokan warkop.

"Tim mengamankan pelaku di jalan saat coba kabur ke Tenggarong (kota) sekitar jam 3.20 pagi kemarin," kata Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Arwin Amri Wientama di Mapolres Kutai Kartanegara, Jumat (25/6).

Amri menerangkan, pelaku A mengaku kesal dengan korban lantaran menolak diajak berhubungan intim disertai perkataan yang membuatnya kesal.

"Korban mengolok pelaku bilang soal alat vital pelaku. Pelaku tersinggung, kemudian balas dendam mengambil batu pengganjal pintu, dan memukul korban. Pelaku kabur membawa HP dan dompet korban," ujar Amri.

Amri menerangkan, terkait upaya pelaku membobol ATM BRI gagal setelah kaca lapis dari bilik ATM. "Pelaku sempat semprotkan cat ke CCTV dan memecah kaca bilik ATM. Tapi ada lapis lagi. Setelah gagal, dia coba kabur. Kami terima laporan, kami amankan di simpang SMA 2 Tenggarong Seberang," sebut Amri.

Pelaku A dijebloskan ke penjara. Dia dijerat dua pasal yakni 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman 9 tahun penjara.

Sementara tersangka mengaku tidak berniat menganiaya korban. "Setelah menyinggung saya (soal alat vitalnya), saya pukul sekali pakai batu. Karena teriak, saya pukul berulang kali. Saya bawa HP-nya. Soal ATM, saya mau bobol dan uangnya buat pulang kampung," kata A.

Diberitakan sebelumnya, pelayan warkop di poros Tenggarong-Samarinda dirampok pengunjung warkop yang awalnya datang memesan kopi. Belakangan, pria pengunjung itu menghantam kepala pelayan menggunakan batu lantas kabur. Dari penyelidikan polisi, identitas pelaku diketahui dan dibekuk setelah gagal hendak membobol ATM.

Rekomendasi