Banjir yang melanda kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (27/8) malam salah satunya dikarenakan adanya penyempitan Kali Krukut di sekitar lokasi. Hal itu diutarakan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi. Menurutnya, penyempitan Kali Krukut sudah terjadi dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. "Semalam saya di lokasi banjir di area Kemang sampai dengan jam 3 pagi. Memang persoalan Kali Krukut ini unik, rupanya dalam 30 tahun terakhir terjadi penyempitan kali, dan tanah tersebut (bantaran kali) statusnya sekarang SHM (sertifikat hak milik)," katanya melalui siaran tertulis yang diterima merdeka.com, Minggu (28/8).Dari hasil pantauannya saat kejadian, kata dia, tidak ada luapan air yang melanda di beberapa sungai yang lokasinya tak berjauhan dari banjir di Kemang. "Yang menarik dari pengalaman semalam, saya keliling ke beberapa sungai (kali) yang lain, ternyata aman. Seperti kali pesanggrahan, dan lain-lain. Khusus kali Krukut, ya tadi sudah saya sampaikan di atas, treatment-nya seperti itu," jelasnya. Dengan gambaran itu, Fayakhun menilai, langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang ingin membeli tanah di bantaran Kali Krukut merupakan kebijakan yang tepat."Gubernur sudah menyerukan untuk membeli tanah tersebut dengan harga pasar, semoga bisa dipahami dan disambut oleh warga. Agar persoalan banjir Kemang bisa tuntas," pungkasnya.
Penyempitan Kali Krukut dinilai ikut picu banjir di Kemang
Tidak ada luapan air yang melanda di beberapa sungai yang lokasinya tak berjauhan dari banjir di Kemang.
Rekomendasi