Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kondisi bed occupancy rate (BOR) atau keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 wilayah DKI Jakarta. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta 26 Januari 2022, keterpakaian tempat tidur ruang isolasi mencapai 45 persen.
"Di Jakarta sudah 45 persen terisi dari kapasitas yang siap sekarang 3.900," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (27/1).
Menurutnya, sebenarnya total tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 DKI Jakarta sebanyak 11.000. Namun, sekitar 7.100 belum dikonversi untuk pasien Covid-19.
"Sekarang belum dikonversi saja karena memang dulu sudah sempat naik sampai angka 10.000-an pada saat di bulan Juli," ujarnya.
Sebelumnya, Budi mengatakan pemerintah sudah menyiapkan 80.000 tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 seluruh Indonesia. Hingga 26 Januari 2022, baru 7.688 tempat tidur yang terisi.
"Jadi ini baru sekitar di bawah 10 persen dari kapasitas tempat tidur isolasi kita," katanya.
Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan tempat tidur tambahan. Jika kebutuhan perawatan pasien Covid-19 meningkat, kapasitas tempat tidur akan dinaikkan menjadi sekitar 120.000 hingga 130.000.
"Tempat tidur isolasi kita bisa dinaikkan sekitar 120.000 sampai 130.0000," ujarnya.
Saat ini, penularan Covid-19 di Indonesia didominasi varian Omicron. Budi menyebut, ada dua ciri utama varian Omicron. Pertama, penularannya cepat sehingga memicu lonjakan kasus.
Kedua, kebutuhan perawatan pasien Omicron di rumah sakit rendah. Mayoritas pasien Omicron mengalami gejala ringan bahkan tanpa gejala.
"Jadi lebih banyak orang-orang yang terkena Omicron ini dirawat di rumah atau isoman," kata dia mengakhiri.