Penjelasan Ahli soal Penyebab Pergerakan Tanah di Bojongkoneng

Peneliti dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut pergerakan tanah di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, memiliki dampak mengerikan bagi kehidupan warga yang tinggal di sekitarnya. Fenomena itu berpotensi merobohkan hingga menelan bangunan-bangunan yang ada di sana.

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
Penjelasan Ahli soal Penyebab Pergerakan Tanah di Bojongkoneng
Pergerakan tanah di Bojongkoneng. ©2022 Merdeka.com/Rasyid Ali

Peneliti dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut pergerakan tanah di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, memiliki dampak mengerikan bagi kehidupan warga yang tinggal di sekitarnya. Fenomena itu berpotensi merobohkan hingga menelan bangunan-bangunan yang ada di sana.

"Bukan cuma bangunan yang roboh. Tapi bisa jeblos ke dalam itu membahayakan," kata Peneliti Bumi Madya PVMBG, Agus Budianto, Jumat (30/9).

Menurut Agus, fenomena pergerakan tanah yang sempat merusak beberapa bangunan dan jalan desa pada Rabu (14/9) disebabkan longsor tipe rayapan tanah.

"Kita lihat adanya fondasi dari batuan tanah yang bergerak, dan kita menemukan adalah lapisan lempung di situ. Nah lapisan lempung itulah yang merupakan bidang gelincir yang ada di sana," jelasnya.

Agus menerangkan, ketika vegetasi di wilayah Bojongkoneng hilang, maka air hujan dengan intensitas tinggi dapat membuat permukaan tanah menjadi jenuh. "Air bergerak dengan mudah dan membawa lapisan tanah di bawahnya yang didasari lapisan lempung," jelas.

Dia mengimbau agar masyarakat menghindari zona-zona tanah yang sudah mengalami retakan. Karena menurutnya ancamannya bukan hanya membuat bangunan roboh, melainkan membuat amblas tanah.

Hasil pengamatan yang ia lakukan, kedalaman amblasan berbeda di masing-masing lokasi. Di pinggiran, kedalaman amblas sekitar satu meter. Ada juga yang amblasnya mencapai kedalaman 1,5 meter.

"Kalau kita liat di jalan itu kan bervariasi, ada setengah meter tapi retaknya masif, dan itu membahayakan. Dalamnya kawasan lembah cekungan, zona aliran air yang berarah utara selatan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan, pergerakan tanah di Bojongkoneng mengakibatkan 278 KK atau 1.020 jiwa terdampak.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor per Selasa (20/9) pukul 10.20 WIB, terdapat 246 unit rumah terdampak. Sedikitnya, sembilan unit rumah mengalami rusak berat dan 73 unit rumah rusak sedang. Selanjutnya, satu unit fasilitas pendidikan dan musala juga terdampak.

Kemudian, ruas jalan Kampung Curug sepanjang 1 kilometer juga mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dilewati semua jenis kendaraan.

Rekomendasi