Pemuda di Sleman aniaya kekasih usai menolak diajak menikah

Pemuda di Sleman aniaya kekasih usai menolak diajak menikah. Kekasih pelaku menolak diajak menikah setelah hamil dengan pria lain.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemuda di Sleman aniaya kekasih usai menolak diajak menikah
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Seorang pemuda asal Magelang, Jawa Tengah, berinisial YG (21) harus berurusan dengan aparat kepolisian karena masalah asmara. Gara-gara diputus, YG tega menganiaya calon istrinya yang berinisial NK (18) warga Trihanggo, Sleman.

Kapolsek Sleman, Kompol Sudarno mengatakan, penganiayaan terhadap korban terjadi di rumahnya pada 16 Agustus 2018 lalu. Saat itu, tersangka dan korban tengah berembug tentang kelanjutan status asmara keduanya.

"Korban saat itu tak mau lagi melanjutkan hubungan asmaranya dengan tersangka. Kemudian terjadi cekcok antara kedua. Tersangka kemudian menarik korban hingga jatuh ke tanah. Setelahnya tersangka menendang dan memukul korban," ujar Sudarno, Kamis (6/9).

Sudarno menerangkan tersangka memukul pelipis dan rahang korban. Akibat pukulan tersebut, korban harus dilarikan ke rumah sakit dan dirawat inap selama satu hari.

Tak terima dengan kelakuan tersangka, kata Sudarno, pihak keluarga korban pun melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian. Kemudian tersangka akhirnya menyerahkan diri didampingi keluarga dan perangkat desa.

Sementara itu, tersangka YG mengaku tega menganiaya calon istrinya karena tak mau dinikahi. Padahal dirinya sudah bersedia menikahi korban yang dalam kondisi hamil karena berhubungan dengan pria lain.

"Saya sudah pacaran selama 6 bulan. Saya sudah melamar dia (korban). Rencana kami akan menikah di Bulan Sapar. Ternyata dia sudah hamil dengan pria lain dan saat tetap akan saya nikahi dia malah menolak," ungkap tersangka YG.

Rekomendasi