Pemprov Papua Barat Minta Kemenkes Izinkan Periksa Sampel Swab Mandiri

Pemerintah Provinsi Papua Barat meminta Kementerian Kesehatan memberi izin daerah tersebut melakukan pemeriksaan sampel swab virus corona jenis baru (COVID-19) secara mandiri.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Pemprov Papua Barat Minta Kemenkes Izinkan Periksa Sampel Swab Mandiri
Ilustrasi. ©2019 Liputan6.com/Herman Zakharia

Pemerintah Provinsi Papua Barat meminta Kementerian Kesehatan memberi izin daerah tersebut melakukan pemeriksaan sampel swab virus corona jenis baru (COVID-19) secara mandiri.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani di Manokwari, Kamis (30/4), mengutarakan secara lisan permintaan itu sudah disampaikan kepada Menteri Kesehatan melalui video konferensi pada Musrenbang Nasional.

"Dari penjelasan Pak Menteri tadi, ada sejumlah tahapan dan tidak bisa serta merta kita lakukan pemeriksaan swab secara mandiri. Karena ini sifatnya darurat, maka tetap kami ajukan dan mudah-mudahan Menkes beri izin secepatnya," ucap dia seperti dikutip Antara.

Pemprov pun minta Kementerian Kesehatan memberikan pendampingan dengan mendatangkan ahli dalam rangka pemeriksaan swab di Papua Barat.

Perangkat alat polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 itu, lanjut dia, akan ditempatkan di rumah sakit rujukan provinsi di Manokwari serta rumah sakit rujukan yang lain, seperti Sorong dan Teluk Bintuni.

"Untuk pembangunan gedung laboratorium belum, karena ini sifatnya mendesak maka yang penting bisa jalan dulu agar pengendalian COVID-19 di Papua Barat bisa lebih optimal," ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Barat Arnoldus Tiniap pada kesempatan terpisah, mengatakan selama ini pemeriksaan swab dilakukan melalui multidrug resisten tuberculosis (MDR TB) atau TH resisten obat.

"Alat ini kita sudah ada, di Sorong ada satu termasuk di Manokwari. Untuk Teluk Bintuni pemerintah daerah siap membeli yang baru," kata dia.

Untuk pemeriksaan spesimen atau sampel swab COVID-19, katanya, diperlukan reagen agar alat tersebut bisa membaca sampel yang dimasukkan.

Papua Barat juga membutuhkan teknisi untuk menginstal agar alat berfungsi secara baik.

"Intinya dari sisi alat kita siap, sekarang yang kita butuhkan adalah ahli atau teknisi serta reagen. Untuk dua ini harus didatangkan," katanya.

Rekomendasi