Pemkot Banda Aceh akan kembangkan sampah menjadi listrik

Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh bakal mengubah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh menjadi energi listrik. Direncanakan akhir tahun 2018 ini sudah bisa beroperasi.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Pemkot Banda Aceh akan kembangkan sampah menjadi listrik
Ilustrasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh bakal mengubah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh menjadi energi listrik. Direncanakan akhir tahun 2018 ini sudah bisa beroperasi.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ini berkapasitas 10 mega watt kerja sama Pemkot Banda Aceh dengan PT Mega Power Mandiri dan perusahaan Aalbord Industri Indonesia. Perusahaan ini sudah pernah berhasil mengembangkan sampah menjadi listrik di beberapa daerah di Indonesia.

CEO Aalborg Industri Indonesia, Teddy Sujarwanto mempresentasikan tentang program PLTSa yang kini sudah beroperasi di TPA Sumur Batu, Bekasi. Kedua belah pihak juga membahas skema dan prosedur kerja sama pengelolaan sampah di Banda Aceh nantinya.

Wali Kota Aminullah Usman mengatakan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan dirinya ke PLTSa Sumur Batu, Bekasi, beberapa waktu yang lalu.

"Setelah berkunjung ke sana, kami menaruh harapan baru untuk memodernisasi pengelolaan sampah di Banda Aceh," jelas Aminullah Usman, Banda Aceh, Kamis (31/5).

Selama bulan puasa di Banda Aceh, sebutnya, setiap hari volume sampah sekira 300 ton, bertambah 100 ton dari 200 ton hari normal. Tentu ini potensi yang sangat besar untuk diolah menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk banyak hal ke depan.

Dengan pengelolaan sampah yang modern, kata Aminullah, Pemkot Banda Aceh juga akan mendapat tambahan Anggaran Penapatan Belanja Kota (APBK), dan pihaknya hanya perlu menyediakan lahan sedangkan investasi lainnya ditanggung investor.

"Proyek ini direncanakan dalam tahun ini juga, dan perangkat PLTSa ini sudah tersedia tinggal kita bawa pulang ke Banda Aceh jika semua hal terkait perizinan dan lain sebagainya sudah beres," jelasnya.

Sementara itu, Teddy Sujarwanto mengatakan TPA Gampong Jawa sangat strategis sebagai lokasi pembangunan PLTSa. "PLTSa berkapasitas 10 mega watt dapat kita bangun di sana, dan kami pastikan aman untuk lingkungan. Bahkan limbah dari rumah sakit juga bisa kita olah dengan mesin ini," ungkap Teddy.

Ia juga mengatakan, dengan penggunaan PLTSa biaya pengelolaan sampah yang dikeluarkan akan jauh lebih murah. "Sementara listrik yang dihasilkan akan kita jual ke PLN dengan skema kerja sama tertentu, atau dapat kita gunakan sendiri untuk keperluan cold storage misalnya dan lain-lain. Dan PLTSa yang kita rancang ini dapat dengan mudah kita pindahkan jika diperlukan nantinya," jelasnya.

Katanya, Pemkot Banda Aceh hanya perlu menyiapkan lahan dan perizinan tingkat daerah. "Soal perizinan di pusat kami yang akan mengurusnya," pungkasnya.

Rekomendasi