Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemilih di dapil kecewa pilih Setnov karena jadi tersangka e-KTP

Pemilih di dapil kecewa pilih Setnov karena jadi tersangka e-KTP Novanto Center. ©2017 Merdeka.com/Yuven Nitano

Merdeka.com - Setelah ditetapkan sebagai tersangka, gedung Novanto Center di JL. R.W. Mongisidi, No. 6, Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur sepi aktivitas.

Pantauan Merdeka.com terlihat hanya beberapa orang yang duduk menggunakan jaringan Wifi gratis yang terpasang di gedung tersebut. Selain itu, beberapa buah mobil operasional hanya diparkirkan di halaman kantor.

Gedung Novanto Center dibangun sebagai bentuk rasa kepedulian Setya Novanto serta bentuk pertanggungjawabannya terhadap masyarakat NTT, yang telah memilih dirinya sebagai legislator mewakili NTT di DPR. Novanto Center juga bertujuan melayani kebutuhan masyarakat NTT, sesuai kebutuhannya.

Direktur atau penanggung jawab Novanto Center pun belum bisa ditemui, terkait peningkatan atau perkembangan beberapa usaha fantastis, setelah Setya Novanto menjabat sebagai anggota DPR sejak tahun 1999 silam itu.

Masyarakat Kota Kupang sebagai salah satu daerah pemilihan Setya Novanto, mengaku kecewa. Mereka tak menyangka bahwa Setya Novanto terlibat dalam dugaan kasus korupsi kasus e-KTP yang membuat mereka hingga kini tak memiliki KTP.

"Saya sebagai masyarakat sangat kecewa dengan pak Setya Novanto. Saya kecewa karena kasus proyek e-KTP, kami kan yang memilih pak Setya Novanto selama ini, biar saja hukum yang berlaku berproses," kata Katarina Dimu, salah satu warga Kota Kupang yang ditemui di rumahnya, Jumat (21/7).

Diketahui, Setya Novanto memiliki beberapa aset di wilayah Nusa Tenggara Timur. Sebagian dari aset tersebut yakni, hotel bintang tiga di Labuan Bajo, Manggarai Barat, gedung Novanto Center di Kota Kupang, rumah tenun, sentra agrobisnis dan beberapa aset lainnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP