Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Tambah 7.000 Bed Isolasi Pasien Covid-19 di Rusun Pasar Rumput-Nagrak

Pemerintah Tambah 7.000 Bed Isolasi Pasien Covid-19 di Rusun Pasar Rumput-Nagrak Rusun Nagrak Cilincing bersiap untuk tampung pasien Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Pemerintah menambah tempat isolasi pasien Covid-19 sebagai langkah intervensi menyusul lonjakan kasus virus Corona di Indonesia. Terlebih, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Wisma Atlet Jakarta juga hampir penuh karena semakin banyaknya pasien Covid-19 yang masuk.

Untuk itu, pemerintah menambah dua tempat isolasi baru di Rusun Pasar Rumput Jakarta Selatan dan Rusun Nagrak Jakarta Utara. Totalnya, ada 7.000 tempat tidur yang dapat diisi oleh pasien terinfeksi virus corona.

"Di Nagrek itu ada 4 tower, kita bisa isi sekitar 4.000. Kita aka mulai dari 2.000 dulu tapi itu kapasitas maksimalnya bisa 4.000. Sedangkan, di Pasar Rumput kita juga akan menambah kapasitas isolasi sekitar 3.000," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (25/6).

"Jadi ada 7.000 tempat tidur isolasi tambahan atau dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya yang ada di Wisma Atlet," sambungnya.

Menurut dia, nantinya pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan yang dirawat di Wisma Atlet akan dipindahkan ke Rusun Nagrek dan Pasar Rumput. Sementara, Wisma Atlet alam menangani pasien yang bergejala sedang.

"Sedang (pasien) yang kondisi berat tetap kita arahkan ke rumah sakit," katanya.

Dia memastikan agar pengaturan tempat isolasi dan perawatan untuk pasien Covid-19 berjalan sesuai aturan. Dengan begitu, OTG dapat memilih untuk menjalani isolasi mandiri di rumah atau tempat terpusat di Rusun Nagrek atau Pasar Rumput.

"Kita harapkan bahwa kapasitas layanan kesehatan baik itu yang orang tanpa gejala maupun orang yang dengan gejala ringan, menengah, berat itu kita bisa atur dengan lebih baik," tutur Budi.

Adapun bentuk intervensi lain yang dilakukan pemerintah yakni, dengan mengkonversikan RS Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, dan RS Persahabatan menjadi rumah sakit yang sepenuhnya menangani pasien Covid-19. Kemudian, pemerintah juga akan mengubah IGD di RS Rujukan Covid-19 menjadi kamar isolasi.

"Layanan IGD-nya kita sudah memutuskan untuk membangun tenda di luar rumah sakit supaya yang ingin di cek masuknya ke sana, tidak masuk ke ruangan IGD. Karena (IGD) ini akan dipakai sebagai tambahan tempat tidur," ujar Budi Gunadi.

Reporter: Lizsa EgehamSumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP