Pelaku pembunuhan, Asep Mulyadi (21), terhadap arsitek Feri Firman Hadi diduga mengidap penyakit kelainan seksual. Bahkan, kabar yang beredar, pembunuhan ini dilatarbelakangi motif asmara.
Meskipun demikian, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik hingga kini masih mendalami adanya kemungkinan motif lain dari pembunuhan ini.
"Kemarin tersangka sempat kami wawancara, yang bersangkutan belum membuka semua. Kami akan cek kembali, kenapa hanya ditanya untuk meminta bantuan kontrak rumah, tapi korban menyampaikan terus marah. Tentunya itu tak hanya seperti itu, kami gali apakah ada penyebab lain atau tidak," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (8/1).
Selain itu, polisi juga sempat menanyakan bagian-bagian tubuh Firman yang dipijat oleh pelaku Acep.
"Kemarin saya tanya, memijat sudah 15 kali selama dua bulan itu dan ada beberapa bagian apakah ada tempat tempat sensitif yang dipijat, yang bersangkutan masih kami dalami, apakah ada motif lain," ujarnya.
Dalam kasus ini, Acep mengaku baru pertama kali membunuh. Belum ada dugaan terencana.
"Nanti kan melihat dari kontruksi keterangan saksi yang lain. Untuk sementara masih 338 KUHP," pungkas Argo.
Sebelumnya, Feri Firman (50) seorang artsitek tewas dibunuh di Perumahan Poin Mas, Pancoran Mas Depok. Dia ditemukan dalam kondisi mengenaskan saat ditemukan pada Rabu (3/1) malam.
Pelaku adalah AM (20) yang diamankan di persembunyiannya di kawasan Bogor, Sabtu (6/1). Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Wowor. "Betul pelaku sudah berhasil kami amankan. Diduga kuat ini pelaku tunggal, inisialnya AM," katanya, Sabtu (6/1).
Selanjutnya pelaku menjalani pemeriksaan intensif. Termasuk untuk mengetahui motif dibalik pembunuhan tersebut. "Untuk keterangan lebih lanjut menyusul. Saat ini kita sedang mendalami keterangan yang bersangkutan," tuturnya.