Pangdam Sriwijaya minta intelijen punya naluri cegah masalah

Pangdam Sriwijaya minta intelijen punya naluri cegah masalah. "Aparat intelijen harus memiliki ketajaman dan selalu mengamati gelagat yang mencurigakan," ujar Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Sudirman .

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Pangdam Sriwijaya minta intelijen punya naluri cegah masalah
Gladi resik HUT TNI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Sudirman minta aparat intelijen harus mampu membaca situasi supaya dapat mendeteksi dini permasalahan yang akan timbul. Tak hanya itu, intelijen juga harus menyajikan informasi kepada pimpinan secara cepat, tepat, akurat dan profesional."Selain itu aparat intelijen harus memiliki kepekaan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," kata Pangdam dalam sambutannya yang dibacakan Kasi intel Korem 044 Garuda Dempo, Letkol Inf Edi Anto saat penutupan latihan satuan pemantapan intelijen di Palembang, Selasa (29/11), demikian dilansir Antara.Dikatakan Pangdam, saat ini potensi konflik bisa saja terjadi karena meningkatnya suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah serentak, termasuk juga masalah penyalahgunaan narkoba dan terorisme yang harus selalu diantisipasi."Oleh karena itu aparat intelijen harus memiliki ketajaman dan selalu mengamati gelagat yang mencurigakan," ujar dia.Selain itu seluruh aparat intelijen harus melaksanakan tugasnya secara profesional, dengan cara terus meningkatkan kemampuan deteksi dan cegah dini. Namun, lanjut dia, yang lebih penting juga dilaksanakan lapor cepat terhadap perkembangan situasi terjadi khususnya yang dapat menimbulkan konflik.Latihan pemantapan intelijen yang berlangsung selama 14 hari itu merupakan bentuk ujian meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas."Melalui peningkatan kemampuan aparat intelijen itu maka akan semakin memantapkan dan menumbuhkan naluri serta mengembangkan metode, teknik dan taktik," tambah dia.

Rekomendasi