Olah TKP, Polisi temukan ceceran baut & serbuk petasan di Mapolsek Bontoala

Kendati demikian, Setyo belum bisa memastikan apakah itu merupakan ledakan bom atau hanya sebuah petasan yang mempunyai daya ledakan yang sangat kencang dan kuat.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Olah TKP, Polisi temukan ceceran baut & serbuk petasan di Mapolsek Bontoala
Ledakan di Mapolsek Bontoala Makassar. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Polisi masih mengusut peristiwa ledakan bom di Mapolsek Bontoala, Sulawesi Selatan, saat malam pergantian tahun kemarin. Saat olah tempat kejadian perkara, tim Jihandak menemukan sejumlah baut berceceran di lokasi.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan selain baut, tim juga menemukan serbuk petasan.

"Saya tidak mengatakan pengajaran tapi kita dalam penyelidikan mendalam kalau hasil laboratorium forensik yang mengolah di TKP ditemukan semacam serbuk petasan. Kemudian ada beberapa baut dan ada bekas semacam pipa ini dari tim jihandak yang akan mengolah dan menentukan," ujar Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/1).

Kendati demikian, Setyo belum bisa memastikan apakah itu merupakan ledakan bom atau hanya sebuah petasan yang mempunyai daya ledakan yang sangat kencang dan kuat.

"Saya tidak berwenang menentukan itu apakah ini masuk bom atau bukan tapi yang pasti di sana ditemukan seperti itu," ujarnya.

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait ledakan yang terjadi di Mapolsek Bontoala. Tapi, meskipun begitu dirinya mengatakan bahwa ledakan tersebut tak ada pengaruhnya dengan kegiatan keagamaan seperti hari raya Natal dan tahun baru 2018.

"Malah kita yang melakukan tindakan untuk mencegah kepada yang potensi melakukan kejahatan terorisme kita sudah melakukan tindakan-tindakan jadi dalam rangka menciptakan kondisi khususnya hari besar keagamaan, natal dan tahun baru, bisa terlaksana dengan baik, Alhamdulillah atas partisipasi seluruh masyarakat, yang natal bisa melakukan secara lancar, yang merayakan tahun baru juga bisa merayakan dan berjalan relatif kondusif dan tidak ada hal-hal yang menonjol".

Seperti diketahui, Mapolsek Bontoala, Sulawesi Selatan, dilempar dengan benda yang mempunyai daya ledakan yang cukup kencang dan kuat oleh Orang Tak Kenal (OTK), sekitar pukul 03.00 Wita, Senin (1/1).

Dari ledakan tersebut, sedikitnya dua orang polisi menjadi korban ledakan yang diduga bom tersebut yaitu Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin di bagian tangan dan juga Brigpol Yudirsan di bagian paha.

Ledakan yang melukai keduanya adalah ledakan ketiga setelah pelaku meledakkan dua bom sebelumya. Ledakan pertama bunyinya tidak begitu keras dan ledakan kedua keras sehingga Kompol Rafiuddin berdiri mengecek bersama anggotanya. Saat itulah bom ketiga dilemparkan ke arah Kompol Rafiuddin dan anggotanya.

Rekomendasi