Nurdin Halid: Koperasi angkat masyarakat dari lumpur kemiskinan

Nurdin mengutip pesan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama, Mohammad Hatta, terkait arti penting koperasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Nurdin Halid: Koperasi angkat masyarakat dari lumpur kemiskinan
Nurdin Halid-Aziz. ©2018 Merdeka.com

Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Halid (NH), siap menggelorakan kembali gerakan koperasi. Melalui gerakan tersebut, pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar ini yakin masyarakat dapat dibebaskan dari lingkaran kemiskinan.

Toh, koperasi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan merupakan solusi dari permasalahan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan.

Nurdin mengutip pesan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama, Mohammad Hatta, terkait arti penting koperasi. Kata Bung Hatta -sapaan akrab Mohammad Hatta-, dengan berkoperasi maka bangsa Indonesia dapat ditarik dari lumpur kemiskinan.

Pesan sekaligus gagasan itu dipandang Nurdin masih sangat relevan dan merupakan jawaban dari problematika di Sulsel.

"Bung Hatta pernah bilang koperasil ah yang mampu mengangkat masyarakat dari lumpur kemiskinan," ucap Nurdin, saat debat publik perdana Pilgub Sulsel 2018 di Hotel Clarion, Rabu (28/3) malam.

Pesan Bung Hatta yang juga Bapak Koperasi Nasional itu siap diimplementasikan NH-Aziz jika kelak terpilih memimpin Sulsel. Terlebih, latar belakangnya sebagai tokoh koperasi merupakan jaminan gerakan koperasi dapat bangkit. Nurdin diketahui merupakan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia sekaligus Wakil Presiden Koperasi Asia Pasifik.

Bersama Aziz, Nurdin telah merancang program dengan menjadikan koperasi dan BUMDes sebagai pilar pembangunan dan perekonomian. NH-Aziz menargetkan pendirian lembaga ekonomi tersebut di setiap desa. Koperasi dan BUMDes nantinya diharapkan mampu menyerap minimal 10 tenaga kerja. Dengan begitu, keberadaannya mampu menekan angka pengangguran.

Nurdin juga telah merancang berbagai model koperasi merujuk pada karakteristik dan kebutuhan masyarakat. Di antaranya koperasi petani, koperasi nelayan, koperasi wanita dan koperasi pemulung.

"Ke depan koperasi harus benar-benar menjadi soko guru perekonomian. Saya akan tunjukkan koperasi bisa buat masyarakat hidup lebih sejahtera," pungkas dia.

Rekomendasi