Ngaku diculik dan uang Rp 130 juta raib, staf Wabub Majene berbohong

Awalnya Im melapor menjadi korban penculikan dan uang Rp 130 juta raib. Im melapor ke Polres Majene.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Ngaku diculik dan uang Rp 130 juta raib, staf Wabub Majene berbohong
Ilustrasi Penculikan. ©2015 Merdeka.com

Lelaki berinisial Im, (26), staf Wakil Bupati Majene yang saat ini maju sebagai calon bupati Majene, Propinsi Sulawesi Barat, Fahmi Massiara mengaku diculik dan uangnya hilang. Namun ternyata hal itu hanya rekayasa belaka."Iya korban selaku pelapor itu sudah mengakuinya," ujar singkat AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan, Kapolres Majene, Minggu, (25/10) dikonfirmasi via ponselnya.Dikatakan, akan ada rilis resmi kasus ini dari Polda Sulsel. Hanya saja, lanjutnya saat berusaha dikorek, bahwa pelapor yang tadinya mengaku korban penculikan ini sudah diamankan. Tetapi statusnya sementara ini masih saksi.Ada pun soal nama staf wakil bupati ini yang awalnya disebut bernama Ilham, kemudian kini beredar menjadi nama Imran, AKBP Sonny Budi Mahar Adityawan menegaskan yang pasti pelapor itu berinisial I."Maaf mba, terkait kasus di Majene ini saya tidak mau melampaui kewenangan pimpinan kami. Silakan konfirmasi ke Polda Sulsel," ujarnya membatasi pembicaraan karena katanya masih ada urusan lain.Seperti diberitakan sebelumnya, Ilham, staf wakil bupati Majene itu melapor ke Polres Majene bahwa telah menjadi korban penculikan oleh sekira empat orang laki-laki.Dia melaporkan dirinya, kejadian Kamis, (22/10). Saat berada di depan rumah pribadi pimpinannya di Jalan Battayang, Majene, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya dan memaksanya naik ke atas mobil. Katanya, saat di atas mobil sudah tidak sadarkan diri. Baru tersadar ketika dirinya ditinggalkan di tengah sawah yang ada di pinggir jalan dalam wilayah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Uang senilai Rp 130 juta yang dibawanya beserta sebuah ponsel miliknya sudah hilang.Berdasarkan laporan Ilham ke polisi, dia kemudian kembali ke Kabupaten Majene dengan menumpang mobil kampas. Jumat malam, (23/10), peristiwa yang dialaminya yang ternyata rekayasa itu baru dilaporkan ke Polres Majene.

Rekomendasi