Mentan sebut meski diprotes, impor jeroan sapi dibutuhkan masyarakat

Sehingga pihaknya tetap akan melakukan impor jeroan sapi karena memang dibutuhkan rakyat.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Mentan sebut meski diprotes, impor jeroan sapi dibutuhkan masyarakat
Amran Sulaiman. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman membeberkan alasan mengapa Indonesia masih melakukan impor jeroan sapi dari India. Salah satu penyebabnya karena konsumen di Indonesia cukup besar."Nggak jelas memang yang senang dan tidak senang. Kami lakukan (impor) inikan karena rakyat yang minta. Saya dibilang tidak konsisten, kami konsisten pada ideologi bukan kalimat. UU saja bisa diamandemen kalau rakyat minta," kata Amran, saat membuka Rakor Pertanian yang membahas Luas Tambah Tanah dan Produktivitas Padi di Aula Barat, Gedung Sate, Bandung, Rabu (20/7).Sehingga pihaknya tetap akan melakukan impor jeroan sapi karena memang dibutuhkan rakyat. Meski diprotes karena diduga mengandung penyakit, namun jeroan tetaplah diperlukan masyarakat.Imran mengatakan, suara yang memprotes kebijakannya sudah terdengar saat pihaknya melakukan impor daging beku menjelang lebaran lalu."Wajar protes, harga frozen (daging beku) itu kami beli Rp 70 ribu per kg, sementara daging segar Rp 140 ribu per kg, jauh dua kali lipat harganya," tuturnya.Menurut dia, rencana pihaknya selalu diprotes dengan alasan bahwa rakyat tidak menginginkan dan menolak rencana impor. Karena impor daging sapi beku selama ramadan pihaknya bisa menjual 9.000 ton."Jangan wakili lidahnya masyarakat oleh mereka," ujarnya.Dia menuturkan, sebetulnya tidak ada masalah dengan daging beku. Karena selama ini masyarakat juga sudah terbiasa mengonsumsinya terutama di hotel dan restoran.

"Frozen itu dari presiden sampai ibu-ibu rumah tangga juga mengonsumsi," katanya.

Rekomendasi