Menkes: Tingkat Fatality Rate Gangguan Ginjal Akut di RI Cukup Tinggi, 57,6 Persen

Budi menjelaskan, sebelum Agustus angka kematian anak akibat gagal ginjal akut kecil. Memasuki Agustus, mulai meningkat tinggi.

Muhammad Genantan Saputra
Menkes: Tingkat Fatality Rate Gangguan Ginjal Akut di RI Cukup Tinggi, 57,6 Persen
Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin Bicara Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak. ©2022 Liputan6.com/Angga Yuniar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, tingkat fatalitas kasus gangguan ginjal di RI cukup tinggi sebesar 57,6 persen. Jumlah kasus gagal ginjal akut mulai naik di Tanah Air sejak bulan Agustus 2022.

"Fatality rate persentasenya cukup tinggi yakni 141 (meninggal) atau 57,6 persen. Jumlah kasus ini sebetulnya mulai naik di Agustus," kata Budi saat jumpa pers dilihat dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Senin (24/10).

Budi menjelaskan, sebelum Agustus angka kematian anak akibat gagal ginjal akut kecil. Memasuki Agustus, mulai meningkat tinggi.

"Jadi sebelum Agustus itu angka kematiannya normal dari tahun ke tahun, kecil, di bawah 5," kata Budi.

"Tapi di Agustus itu naik ke 36, September naik lagi ke 78, Oktober sampai sekarang (141 meninggal) dan itu sebagian besar menyerang di bawah 5 tahun," ungkapnya.

Budi meyakini, penyebab gagal ginjal akut akibat senyawa kimia ethylene glycol, diethylene glycol. Hal ini dikonfirmasi dari penelitian yang dilakukan Kemenkes.

"Jadi positif memang 70 persen yang kena itu disebabkan zat kimia itu. Kita lakukan konfirmasi kedua dengan biopsi pada korban meninggal. Apakah ada ciri ciri kerusakan ginjal yang disebabkan zat kimia ini," ucapnya.

Rekomendasi