Misdi (43), seorang kuli bangunan, tewas tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, Rabu (23/12) petang. Sebelum hanyut terbawa air, warga Pucangsawit, Jebres, Solo tersebut mabuk-mabukan di tepi bengawan, kawasan urban forest, tak jauh dari rumahnya.Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR Solo dan UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo hingga tengah malam belum membuahkan hasil. Selain kondisi aliran sungai yang deras dan dalam, suasana gelap juga menghambat proses pencarian."Korban saat hilang sedang mabuk minuman keras sendirian. Beberapa menit kemudian warga mendengar teriakan minta tolong. Warga pun segera mendekati lokasi terjatuhnya korban. Namun setelah lama mencari hasilnya nihil," ujar Fikri, anggota tim SAR UNS.Karena tak berhasil menemukan korban, lanjut Fikri, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jebres dan Tim SAR."Pencarian sudah kami lakukan dengan polisi dengan memasang sejumlah peralatan. Karena gelap dan aliran bengawan deras, kami hanya memantau sekitar lokasi kejadian dengan lampu senter," jelasnya.Setelah tak ditemukan, tim SAR menghentikan pencarian. Sejumlah warga mengatakan, melihat korban mondar mandir di tepian sungai sejak sore. Diduga karena mabuk berat korban terpeleset hingga jatuh dan hanyut di sungai terpanjang pulau Jawa tersebut.
Mabuk-mabukan di tepi Bengawan Solo, kuli bangunan hanyut dan tewas
Selain kondisi aliran sungai yang deras dan dalam, suasana gelap juga menghambat proses pencarian.
Rekomendasi