Lembaga survei tak netral ibarat benalu bagi demokrasi

"Lembaga survei melihat demokrasi sebagai pohon bisnis yang menghasilkan laba besar," kata Adhie Massardi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lembaga survei tak netral ibarat benalu bagi demokrasi
Hitung cepat hasil Pilpres 2014. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi, menilai lembaga survei sudah menjadi kartel bisnis. Kini lembaga survei selalu merangkap menjadi konsultan atau tim pemenangan kontestasi politik baik legislatif maupun pemilihan presiden."Lembaga survei melihat demokrasi sebagai pohon bisnis yang menghasilkan laba besar. Siapa saja atau parpol mana kalau ingin sukses dalam berpolitik di negeri ini harus melalui sentuhan mereka (Lembaga Survei)," kata Adhie di Galeri Cafe Cikini Jakarta, Rabu (16/07).Menurutnya lembaga survei yang semacam itu menjadi benalu sistem demokrasi Indonesia. Mereka tak independen dan menjadi alat propaganda."Lembaga survei tumbuh menjadi benalu demokrasi yang menghisap kekuatan buah demokrasi sehingga demokrasi kita tak kunjung berbuah. Mereka (lembaga survei) merilis quick count dengan semangat tidak netral, partisan sebagai alat propaganda," terang dia.Selain itu Adhie juga menyatakan harusnya lembaga survei menjadi pengawal suara suci rakyat. Lembaga survei pantang menjadi alat kampanye politisi."Lembaga survei harus berpihak pada rakyat seperti yang terjadi pada pilpres Filipina tahun 1986, yang berbuah perlawanan rakyat menumbangkan diktator Marcos. Bukan sebagai alat pemenangan kontestan saja," pungkas dia.

Rekomendasi