Kutip ayat Alquran, SBY ingatkan para capres tidak saling fitnah

SBY mengingatkan kepada seluruh bakal capres dan cawapres untuk tetap menjaga kualitas demokrasi.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Kutip ayat Alquran, SBY ingatkan para capres tidak saling fitnah
SBY umumkan hasil Konvensi Capres Demokrat. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lagi-lagi menyinggung pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) yang akan berlangsung pada 9 Juli mendatang. Kata-kata itu kembali disampaikan SBY saat memperingati Isra Miraj di Istana Bogor, Jawa Barat.SBY mengingatkan kepada seluruh bakal capres dan cawapres untuk tetap menjaga kualitas demokrasi dalam Pilpres mendatang. Kedua belah pihak, Prabowo Subianto dan Joko Widodo, wajib menghormati lawan dan menjaga nilai-nilai maupun norma-norma yang belaku."Apa yang akan dilakukan oleh bangsa ini dalam pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang, akan menjadi bagian penting dalam pematangan dan peningkatan kualitas demokrasi kita. Cara-cara berkampanye yang tidak baik, tidak tertib dan menabrak etika dan batas-batas kepatutan mesti dapat dicegah, karena tidak sejalan dengan kehendak kita untuk menghadirkan politik dan demokrasi yang makin maju dan berkeadaban," kata SBY saat memberi sambutan peringatan Isra Miraj di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/5).Meski akan berlangsung dalam kurang dari dua bulan, namun SBY mengakui kompetisi antar calon sudah mulai terlihat. SBY meminta agar pesta demokrasi tidak dirusak dengan upaya saling serang, saling merusak apalagi memfitnah."Ajaran agama mana pun pasti melarang umatnya untuk mengeluarkan fitnah dan caci maki. Tidak sedikit firman Allah dan hadis Rasulullah yang berkaitan dengan larangan terhadap tindakan yang tidak terpuji ini. Kita juga sering mendengar kata-kata 'fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan'. Karena itulah, dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden yang kita jalani bersama dalam bulan-bulan mendatang, mari kita jauhi situasi yang penuh dengan fitnah memfitnah. Berkompetisi tentu tidak harus diwarnai oleh caci maki. Mari kita kedepankan etika dan moral bangsa kita yang luhur dan mulia," pinta SBY.Dengan mengutip ayat Alquran, SBY menyebutkan Allah SWT tidak menyukai atau membenci kelompok yang mudah mengolok-ngolok kaum lainnya. Siapapun yang berbuat atau melakukannya, maka mereka adalah bagian dari orang-orang yang zalim."Islam mengajarkan kepada kita untuk berhubungan dengan baik antar sesama umat manusia. Hablum minannas harus kita tunjukkan dalam kehidupan sosial, kehidupan politik serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus senantiasa menjalin silaturahmi, baik antara pemimpin, masyarakat, dan segenap komponen bangsa dalam suasana  yang teduh dan penuh kedamaian. Islam juga mengajarkan hubungan baik dengan Allah SWT, hablum minallah sesungguhnya dapat kita tunjukkan melalui tanggung jawab kita sebagai pemimpin, tidak hanya kepada rakyat tetapi juga juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," papar SBY.

Rekomendasi