Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Usai Bahar Smith Ditahan Terkait Kasus Berita Bohong

Bahar Smith ditetapkan polisi sebagai tersangka penyebar berita bohong saat mengisi ceramah di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jabar pada 11 Desember 2021.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Usai Bahar Smith Ditahan Terkait Kasus Berita Bohong
Polda Jabar Rilis Kasus Ujaran Kebencian Bahar Smith. Aksara Bebey

Kuasa hukum penceramah Habib Bahar bin Smith menyiapkan mengajukan penangguhan penahanan setelahnya kliennya ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong. Bahar Smith ditetapkan polisi sebagai tersangka penyebar berita bohong saat mengisi ceramah di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jabar pada 11 Desember 2021.

"Kami tim pengacara langsung mengajukan penangguhan penahanan HBS kepada penyidik," kata Kuasa hukum Habib Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (4/1).

Sementara ketika ditanya upaya hukum lain semisal mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka Bahar Smith, Ichwan mengaku masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan tim kuasa hukum lainnya.

"Sedang koordinasi dengan tim untuk melakukan upaya hukum lainnya," ujar Ichwan.

Alasan Polisi Tetapkan Bahar Smith Tersangka Penyebar Berita Bohong

Sebelumnya polisi menetapkan penceramah Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks terkait isi ceramahnya di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jabar pada 11 Desember 2021

Selain Bahar Smith, polisi juga menetapkan pengunggah video ceramah pemilik pondok pesantren Tajul Alawiyyin itu berinisial TR sebagai tersangka penyebaran berita bohong.

"Dengan demikian penyidik telah dapat meningkatkan status hukum saudara BS dan saudara TR menjadi tersangka," kata Dirkrimsus Polda Jabar Kombes Pol Arif Rachman di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (3/1) malam. Dikutip Antara.

Bahar dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45a UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) jo Pasal 55 KUHP.

Adapun Bahar telah diperiksa selama hampir 11 jam di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar sejak Senin pukul 12.30 WIB. Sedangkan pengumuman Bahar sebagai tersangka itu dilakukan tim penyidik pada Senin malam, pukul 23.30 WIB.

Arif menyampaikan, dengan penetapan tersangka itu, Bahar langsung dilakukan penangkapan dan segera ditahan. Pasalnya, kata dia, ancaman hukuman bagi Bahar berdasarkan pasal yang diterapkan yakni lima tahun penjara atau lebih.

Rekomendasi