Korban meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal bus pariwisata yang mengangkut rombongan pejabat Pemkab Agam, Sumatera Barat (Sumbar), di Mandailing Natal (Madina), Sumut, Senin (8/2), bertambah. Jumlahnya menjadi 3 orang setelah Kepala Dinas Perindag dan UMKM, Fatimah, mengembuskan napas terakhir setelah dirawat di rumah sakit.
"Korban mengalami luka robek pada bahu kiri dan luka lebam pada kaki kanan. Meninggal dunia di RSUD Panyabungan," ujar Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Valentino Alfa, Selasa (9/2).
Sebelumnya, 2 orang meninggal dunia dalam peristiwa itu, yakni sopir bus, David Chaniago, dan Fauzan Helmi Hutasuhut. Fauzan merupakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam.
Terdapat 17 orang, termasuk sopir, dalam bus pariwisata dengan pelat nomor polisi BA 7015 OA itu. Selain 3 korban meninggal dunia, 6 orang lainnya dilaporkan luka berat. "Luka ringan 7 orang dan 1 orang tidak mengalami luka," ujar Velentino.
Bus pariwisata nahas itu dilaporkan mengangkut rombongan pejabat Pemkab Agam yang baru studi banding dari Banda Aceh, Aceh, untuk pulang ke Kabupaten Agam, Sumbar. Saat kejadian, kendaraan itu melaju dari arah Panyabungan menuju Kotanopan.
Kanit Laka Satlantas Polres Mandailing Natal, Aiptu Sardi, menyatakan, berdasarkan penyelidikan sementara, sopir diduga mengantuk dan kurang konsentrasi sehingga bus itu terjun ke sungai di bawah jembatan Muara Mais, Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) sekitar pukul 12.30 WIB. Dia membanting setir ke kiri saat dikejutkan truk dari arah berlawanan. Kendaraan itu menghantam besi pengaman di tepi jalan dan terjun ke sungai di bawah jembatan.