Polri menaikkan Subdit Cyber Crime menjadi Direktorat Cyber Crime langsung di bawah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Pembentukan direktorat ini guna mengantisipasi kejahatan di dunia maya yang sering menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Wakil Ketua Komisi III, Mulfachri Harahap, mendukung usulan Polri membentuk Direktorat Cyber Crime. Meski demikian, Mulfachri mengakui rencana ini belum dikomunikasikan dengan Komisi III. "Saya kira sudah tepat bila Polri bentuk badan siber karena banyak hal yang harus kita tangani sebagai dampak dari dunia siber," kata Mulfachri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/2).Mulfachri melihat, tugas dan kinerja Direktorat Cyber Crime ini tidak akan tumpang tindih dengan Badan Cyber Nasional. Sebab, Direktorat ini akan menangani aspek pro-justicia, dampak serta aspek pidana dari kejahatan siber di dunia maya. "Saya kira tidak lah, kan bisa diatur. kan mereka (Polri) menangani pro justicia-nya, impact, aspek pidana yang kemudian muncul sebagai akibat dari penggunaan dunia maya," tegasnya. Waketum Partai Amanat Nasional (PAN) ini memahami alasan Polri membentuk Direktorat Cyber Crime ini. Subdit Cyber Crime dianggap sudah tidak mampu menampung banyaknya masalah kejahatan dunia maya yang sering terjadi. "Sebelumnya sudah ada yang menangani soal siber. Mungkin dianggap sudah tidak bisa menampung lagi sehingga diperlukan biro atau badan khusus yang lebih memiliki kewenangan agar nanti bisa dimintai pertanggungjawabannya," ujarnya. "Kalau kemarin itu misalnya kewenangan yang menangani siber ditaruh di tipiter, dianggap terlalu kecil. Nah sekarang dibuat badan lebih besar agar kewenangannya bisa lebih full, dan pihak pimpinan bisa meminta pertanggungjawaban kepada perwira yang ditaruh di situ untuk memimpin," sambung dia.
Komisi III DPR dukung rencana Polri bentuk Direktorat Cyber Crime
Komisi III DPR dukung rencana Polri bentuk Direktorat Cyber Crime. Tugas dan kinerja Direktorat Cyber Crime diyakini tidak akan tumpang tindih dengan Badan Cyber Nasional. "Saya kira sudah tepat bila Polri bentuk badan siber karena banyak hal yang harus kita tangani sebagai dampak dari dunia siber," kata Mulfachri.
Advertisement
Rekomendasi