Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin meminta kepolisian mengungkap motif penyerangan terhadap ulama. Ma'ruf mengatakan, informasi yang beredar bahwa pelaku orang tidak waras juga harus didalami.
"Harus diselidiki mana yang gila bener, mana yang enggak," kata Ma'ruf di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/2).
"Saya melihat ada yang benar gila, ada yang kayaknya agak diragukan kebenaran gilanya," sambung dia.
Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menambahkan, jika dugaan pelaku orang tidak waras dibiarkan tanpa pembuktian yang jelas, maka bisa memicu munculnya orang tidak waras baru.
"Sehingga tidak membuat semua orang ikut gila juga itu hahaha. Jadi supaya ditelitilah, diberi penjelasan, kalau yang bener (gila) diobati, kalau enggak gila ya diproses," kata dia.
Beberapa minggu terakhir, sejumlah ulama diserang orang tak dikenal. Ada yang menduga, pelaku adalah orang tidak waras.
Kepala Staf Kepresiden Moeldoko mengatakan, pihaknya sudah mengirim tim ke lokasi untuk mendalami motif penyerangan tersebut.
"Ada yang diindikasikan orang gila, tapi saya sampaikan ini model lama," ujarnya.