Keluarga: Dangdut koplo lebih menghormati perjuangan Gus Dur

Amerika Serikat menghormati perjuangan Martin Luther King Jr dengan hari nasional 'Martin Luther King Day'.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Keluarga: Dangdut koplo lebih menghormati perjuangan Gus Dur
Gus Dur. ©2012 Merdeka.com

Amerika Serikat menghormati perjuangan Martin Luther King Jr dengan hari nasional 'Martin Luther King Day'. Namun, belum ada 'Gus Dur Day' di Indonesia sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan tokoh NU itu dalam mengangkat harkat hidup kaum minoritas."Terkait Gus Dur Day, kalau Ciganjur (keluarga Gus Dur), penghargaan rakyat kecil lebih berarti seperti dangdut koplo berjudul 'Gus Dur Pahlawan Rakyat' tentang perjuangan Gus Dur. Terserah negara, gitu ajah kok repot. Kita ga ngurusin kayak gitu, itu urusan negera," kata anak Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid kepada merdeka.com saat dihubungi, Rabu (23/1).Menurut Alissa, jika masih ada yang menilai Gus Dur dengan persepsi miring, pihaknya tidak mau ambil pusing. "Jika ada yang menilai Gus Dur bermasalah, ya Martin Luther King saja, 20 tahun setelah perjuangannya, masalahnya dengan pemerintah Amerika Serikat baru selesai," jelas dia.Sebelumnya, Konsulat Jendral Amerika Serikat (AS) mensejajarkan almarhum Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal Gus Dur, dengan tokoh dunia Martin Luther King, Jr. kedua tokoh ini diberi anugerah 'Legacies of Pluralisme, Diversity and Democracy'.Konsulat Jendral Amerika Serikat Joaquin Monserrate menjelaskan, Gus Dur dan Martin Luther King Jr telah dikenal luas, baik secara domestik maupun mancanegara. kedua merupakan tokoh kemanusiaan yang gigih memperjuangkan perdamaian, toleransi serta demokrasi."Mereka juga menekankan pentingnya semangat toleransi beragama, sebagai prasyarat untuk meningkatkan kualitas pemerintahan dan hidup bermasyarakat di negaranya masing-masing," lanjutnya.

Rekomendasi