Kasus penyiraman Novel belum terungkap, Kapolri dinilai dikerjai anak buah
Merdeka.com - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya kembali ke tanah air. Setibanya di Indonesia, Novel langsung menuju Gedung KPK, Jakarta.
Di Gedung KPK, penyambutan Novel pun dilakukan. Dari mulai pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, pegawai KPK, hingga sejumlah aktivis antikorupsi menyambutnya.
Salah seorang anggota tim kuasa hukum Novel, Saor Siagian menyatakan, 10 bulan sudah kasus penyiraman air keras terhadap Novel terjadi. Namun hingga kini belum ada kemajuan berarti dari Polri buat mengungkap siapa yang bertanggungjawab.
Dia pun sempat berpikir Kapolri Jenderal Tito Karnavian 'dikerjai' oleh anak buahnya karena kasus tersebut tak juga terungkap.
"Saya tadinya bilang ke Kapolri, saya pikir dia dikerjain anak buahnya. Sebagai pengacara Novel selama 10 bulan belum ada kemajuan, progres. Kita minta betul kepada Kapolri karena ini martabat kepolisian," katanya dalam sambutan kedatangan Novel di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2).
Pihaknya berharap Polri serius dan segera menuntaskan kasus Novel. Jika tidak, maka kasus Novel akan menjadi utang Kepolisian kepada publik.
"Oleh karena itu kita minta ke Tito, ini utang saudara, 10 bulan (kasus Novel terjadi) harus sudah dituntaskan," katanya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya